Normalisasi Kaliaji Terkendala Bangunan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KENDAL—Sungai Kaliaji Pasar Gladak hingga pertigaan Sekopek, mulai dinormalisasi. Hanya saja proses normalisasi terkendala akses. Alat berat terhalang rumah warga dan utilitas yang berdiri disepanjang saluran.

Pantuan di lapangan, sedimentasi saluran memang sudah sangat tinggi. Bahkan dari talut, hanya menyisakan setengah meter badan sungai. Padahal kedalaman sungai sekitar 2,5 meter.

Koordinator Lapangan dari Dinas PSDA Jateng Perwakilan Kendal, Adi Darmawan mengatakan pengerjaan pengerukan dilakukan atas perintah langsung dari Gubernur Jateng, saat meninjau Kaliaji, Mei lalu.

“Kondisi sedimentasi Kaliaji ini menjadi salah satu penyebab banjir di Kaliwungu. Pengerukan ini bukan berarti nantinya bebas banjir. Kami hanya mengurangi dampak banjir. Sehingga limpasannya ke pemukiman warga tidak terlalu besar,” katanya, kemarin (5/6).

Pengerukan dimulai dari pertigaan Plantaran sampai Jagalan dan dilanjutkan ke Kalibendo. “Nantinya akan terus sampai ke Selatan, tapi yang didahulukan di Gladak, karena sering banjir,” kata Adi.

Adi mengatakan, pengerukan mengalami kendala akibat jaringan kabel dan rumah warga. Sehingga alat berat tidak bisa leluasa bergerak. Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan kecamatan dan desa terkait dengan bangunan di sepanjang bantaran agar bisa ditertibkan, sehingga normalisasi bisa dikerjakan.

Sementara itu, Bupati Kendal Mirna Annisa meminta kepada masyarakat agar bisa merubah perilaku hidup yang tidak baik, yaitu membuang sampah di sungai. “Sungai ini harus dijaga bersama dengan tidak membuang sampah sembarangan,” imbaunya.

Bupati Mirna berencana akan membuat Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur larangan buang sampah di sungai. Yakni pemberian sanksi  kepada oknum yang membuang sampah disungai. Tidak hanya sanksi, dalam Perbup rencananya ia juga akan memberikan hadiah kepada warga berani melapor ke Pemda jika ada yang membuang sampah di sungai.

“Perbup ini konsepnya sederhana saja. Jadi, warga yang melapor akan diberikan imbalan uang. Sedangkan yang membuang sampah akan dikenakan denda. Dengan begitu, Perbup baru bisa jalan. Sebab jika Pemerintah Desa yang  tanpa melakukan pengawasan akan sangat kesulitan,” tuturnya. (bud/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -