Warga Plamongan Sari Serbu Sembako Murah

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Warga RT 2-3 RW 7 Dukuh Kedung Blancir, Kelurahan Plamongan Sari Semarang antusias mengantre untuk mendapatkan 500 bungkus sembako murah seharga Rp 50 ribu. Sejak pukul 09.00 WIB pagi, ratusan warga yang mayoritas ibu-ibu mendatangi pasar murah di masjid Pondok Pesantren Darull Masoleh setempat yang diadakan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag), Senin (5/6) kemarin.

Masyarakat setempat dibagikan kupon senilai Rp 50 ribu, kemudian ditukarkan dengan paket sembako berisikan 2 liter minyak goreng, 2 kilogram gula pasir, 2 kilogram tepung terigu, 1 botol sirup, serta 2 kilogram beras.

”Hasil penjualan tersebut akan disumbangkan kepada Pondok Pesantren Darull Masoleh,” terang Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Peningkatan Sarana Perdagangan, Eva Yuliana.

Ia menerangkan, kegiatan pasar murah Ramadan ini dilakukan di 150 kota/kabupaten se-Jawa dan Madura. Di mana Kota Semarang menjadi lokasi pertama. Adapun pasar murah dilakukan di setiap pondok pesantren yang dipilih di setiap wilayah.

”Kegiatan di bulan suci Ramadan 2017 ini sebetulnya ajang berbagi dengan sesama. Di mana kita harus menjadi manusia yang bermanfaat. Dalam hadis kan dikatakan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah orang yang bermanfaat untuk sesama,” ujarnya. Kegiatan yang baru kali pertama diselenggarakan oleh Kemendag ini juga dilakukan di seluruh Indonesia.

Dalam pasar murah itu, Kemendag menggandeng sejumlah pengusaha untuk program charity. Diakui, pihaknya menggandeng banyak pengusaha untuk bergabung. ”Pada intinya kami ingin memberikan sesuatu yang bermakna untuk masyarakat dan juga pesantren, dari kita untuk kita lagi. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang lebih besar untuk semua pihak,” imbuhnya.

Pengurus Pesantren Darull Masoleh, Ahmad Munawir Masruri mengatakan, 90 persen penduduk di lingkungannya merupakan masyarakat berkategori ekonomi menengah ke bawah dengan profesi antara lain seperti buruh, sopir, serta pembuat bata merah di Kali Babon. ”Sumbangannya akan kami gunakan untuk renovasi pondok. Karena sudah sejak lama pondok membutuhkan renovasi,” terangnya. (dan/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -