Daging Kerbau sebagai Pengganti Sapi

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MAGELANG – Jelang Lebaran, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Kedu melakukan upaya stabilisasi harga pangan di masyarakat. Utamanya harga daging sapi yang kerap melonjak hingga menyentuh Rp 110.000-120.000  per kilogram.

Rupanya, Bulog telah menyiapkan daging kerbau beku impor seharga Rp 70.000 per kilogram sebagai alternatif pilihan selain daging sapi. “Harapan kami, masyarakat punya alternatif lain untuk tetap mengonsumsi daging, namun dengan harga yang terjangkau,” kata Kepala Perum Bulog Subdivre Kedu, Sony Supriyadi di kantornya, Selasa (6/6).

Saat ini, ia memiliki stok sekitar 350 kilogram daging kerbau beku. Hanya saja, stok ini hanya menyuplai kebutuhan Rumah Pangan Kita (RPK) yang menjadi salah satu outlet penjualan kebutuhan pangan binaan Bulog. “Tiap minggu, terserap sekitar 20-30 kilogram daging kerbau beku,” akunya.

Sedangkan masyarakat umum belum terlalu tertarik. Ia amati, karakteristik masyarakat di wilayah kerjanya belum begitu mengenal daging kerbau untuk dikonsumsi sehari-hari. Apabila ada, jumlahnya masih sedikit. Berbeda dengan di Banten, dalam satu bulan bisa menghabiskan 6 ton daging kerbau beku. “Peminatnya cenderung minim, tapi tetap kita pasarkan. Bila nanti ada operasi pasar, akan kami bawa dan kami kenalkan kepada masyarakat,” ujarnya.

Terkait gizi, lanjut Sony, daging kerbau tak kalah dengan daging sapi. Selain bisa diolah menjadi aneka masakan juga tahan hingga 5 bulan bila disimpan ke dalam alat pendingin atau tetap dalam keadaan beku. “Tapi seratnya lebih besar.”

Masih soal stok kebutuhan pangan jelang Lebaran, Sony mengklaim aman. Hingga kemarin, pihaknya masih memiliki stok beras sebanyak 22 ribu ton. Jumlah itu masih ditambah sekitar 30 ton beras yang dikomersialkan. “Harganya bervariasi, antara Rp 7.300 – Rp 7.500 per kilogram tergantung kualitas berasnya. Ada medium, ada medium plus,” ujarnya.

Lalu, Bulog masih memiliki 3.500 ton gula pasir, 6.000 liter minyak goreng, 1 ton bawang merah lokal, dan 1,1 ton bawang putih lokal. “Tahap kedua, bawang putih akan didrop lagi sekitar 2 ton,” tuturnya.

Stok barang ini dipasarkan sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Yakni, gula pasir Rp 12.500 per kilogram, bawang merah Rp 26.000 per kilogram, bawang putih Rp 38.000 per kilogram dan minyak goreng sekitar Rp 11.000 per liter. (put/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -