Ingin Jadi Dokter yang Hafal Alquran

Alana, Difabel Hafiz Alquran yang Mengharukan Penonton

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Alana, hafiz Alquran, bocah asal Banjarnegara, terlahir sebagai difabel yang memiliki kecerdasan luar biasa. Kisah hidup Alana yang tergambar pada ajang Hafiz Indonesia 2017, membuat penonton berlinang air mata.

DARSIAH, 47, ibu kandung Alana, tak menyangka putra bungsunya bakal hidup. Maklum, ketika Alana lahir prematur, dokter di sebuah rumah sakit ternama di Yogyakarta, sudah pesimistis melihat bayi Alana bakal hidup. Alana lahir prematur saat kandungan ibunya baru berusia 6 bulan.

Kepada wartawan yang menemuinya di rumahnya di Desa Merden, Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara, Darsiah bercerita, bayi Alana mendapatkan perawatan di inkubator selama sebulan lebih, agar suhu tubuhnya stabil.

Darsiah mengenang, dokter sempat panik ketika detak jantung bayi Alana berhenti. Pertolongan terakhir dilakukan dengan memompa jantung Alana. “Alhamdulillah, detak jantung Alana kembali lagi, setelah dia mendadak muntah cairan ketuban,” kenang Darsiah. Seketika itu, tangis Alana pecah.

Senyum Darsiah hanya sesaat. Sebab, ia menerima kabar dari dokter bahwa Alana mengalami gangguan syaraf. Gangguan itu berpotensi membuat komunikasinya terganggu dan susah berjalan. “Saya bersyukur, meski kaki Alana berbeda dengan teman sebayanya, dia punya semangat juang dan kepercayaan diri yang kuat.”

Toh, Alana tidak mengurung diri di dalam rumah. Darsiah juga tak mau menutup-nutupi kondisi Alana yang sebenarnya. Perempuan berhijab itu justru sengaja membawa putranya ke tempat-tempat keramaian. Tujuannya, agar mental Alana terbentuk. Tidak malu memiliki cacat fisik.

“Alana merupakan titipan Allah SWT yang diamanatkan kepada kami sekeluarga. Jadi kami tak pernah malu punya Alana.” Untuk itu, Darsiah menggendong Alana ke mana-mana, agar sang buah hati terbiasa menghadapi orang dengan karakter berbeda-beda.

Memasuki jenjang TK, setiap berangkat dan pulang sekolah, Alana selalu digendong sang ibu. Alana bahkan menorehkan prestasi gemilang. Ia menjuarai lomba pidato di kelas. Tidak hanya itu. Alana justru ditunjuk untuk mewakili sekolahnya, maju dalam lomba pidato anak tingkat Kabupaten Banjarnegara. Hasilnya, Alana menyabet juara 3 lomba.

Toh, Darsiah mengaku bangga bukan hanya karena raihan prestasi Alana. “Tapi, karena Alana percaya diri tampil di hadapan banyak orang untuk unjuk kemampuan.” Menginjak usia 5 tahun, Alana mulai menghafal Alquran. Setiap hari, Alana mengisi waktunya dengan kegiatan menghafal Alquran. Berulang-ulang. Daya ingat Alana luar biasa. Ia sanggup menghafal 10 ayat per hari, dengan bimbingan ibu kandungnya. Di usianya 7 tahun, bocah cerdas itu berhasil menghafal hampir 10 juz.

Apa keinginan Alana saat ini? Ia ingin tahun depan bisa menghafal sempurna 30 juz Alquran. Ditanya cita-citanya, Alana menjawab ingin jadi dokter yang hafal Alquran. “Agar bisa mengobati orang dengan penuh keikhlasan,” katanya. Alana sekeluarga tinggal di Desa Merden, Kecamatan Purwanagara, Banjarnegara. Mereka menempati rumah seluas sekitar 6 x 8 meter per segi. Lokasinya, agak jauh dari permukiman warga. Kanan kiri rumahnya sawah. “Alhamdulillah, rumah kami mewah, mepet sawah,” kata Darsiah, tersenyum.

Rumah berbahan kayu dan bambu itu jauh dari kata layak. “Karena di tengah sawah ya kadang tikus, ular juga pernah masuk rumah,” kata Darsiah. Tak ada perabot istimewa di dalam rumah. Hanya ada sebuah kamar tidur, dapur, juga ruang tamu dan sofa lusuh.

Beberapa lubang jendela ditutup kain tanpa kaca. Atap asbes membuat suasana rumah semakin panas. Martono, ayah Alana menuturkan, untuk urusan mandi, mereka menumpang di kamar mandi penggilingan padi. Rumah sederhana itu dibangun di atas tanah desa. Kepala desa setempat berbaik hati mengizinkan tanah desa ditinggali keluarga Alana. (jpg/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -