Seluruh Kawasan Ekowisata Tak Gunakan Bungkus Kantong Plastik

Bupati Launching Pengendalian Penggunaan Kantong Plastik Menuju Zero Waste di Destinasi Ekowisata Petungkriono

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Wilayah Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, telah ditetapkan sebagai Kawasan Hutan Tujuan Khusus (KHTK) dan merupakan satu-satunya hutan alam yang masih tersisa di pulau Jawa. Karena itulah, untuk menjaga kelestarian dan keaslian hutan alam tersebut, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, Selasa (6/6) kemarin, melakukan launching Pengendalian Pengunaan Kantong Plastik, Menuju Zero Waste di Destinasi Ekowisata Petungkriono.

LAUNCHING tersebut merupakan tindak lanjut dikeluarkannya Peraturan Bupati (Perbup) Pekalongan nomor 19 tahun 2017, tentang pengurangan sampah melalui pengendalian penggunaan plastik dan wadah/kemasan makanan dan minuman di Destinasi Ekowisata Petungkriono.

Dengan ditetapkannya Perda tersebut, maka di seluruh kawasan ekowisata yang tersebar di Kecamatan Petungkriono, tidak lagi menggunakan kantong plastik sebagai bungkus yang digunakan oleh para pedagang. Bahkan para ibu rumah tangga tidak lagi menggunakan plastik sebagi pembungkus.

Melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang telah terbentuk, kini mampu memproduksi wadah atau tempat makanan dan minuman, seperti keranjang, tas belanja jinjing, tepat sampah dan tempat tisu yang kesemuannya terbuat dari bambu yang tumbuh banyak di daerah Petungkriono.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan pun membangun tempat daur ulang sampah pada setiap destinasi wisata yang ada i Petungkriono serta melakukan pendidikan, pelatihan dan pembinaan, serta cara mengelola sampah menjadi barang yang lebih berguna. Melibatkan semua warga, bekerjasama dengan Pokdarwis yang telah dilatih dalam pengelolaan limbah sampah tersebut.

Dalam Pokdarwis Petungkriono, juga dibentuk Satgas Pengendalian Sampah yang bertugas mengawasi, mengontrol dan mengendalikan penggunaan kantong plastik, guna menuju Zero Waste di Distinasi Ekowisata Petungkriono. Bahkan, ke depan juga akan dikenakan sanksi bagi pengunjung atau warga, yang tidak menaati Perbup Pekalongan nomor 19 tahun 2017, tentang pengurangan sampah melalui pengendalian penggunaan plastik, dan wadah/kemasan makanan dan minuman di Destinasi Ekowisata Petungkriono.

Latar belakang dilakukannya penyusunan Perbup Pekalongan Nomor 19 tahun 2017, tentang pengurangan sampah melalui pengendalian penggunaan plastik, dan wadah/kemasan makanan dan minuman di Destinasi Ekowisata Petungkriono. Untuk melindungi kawasan Petungkrino dari pencemaran, kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh penggunaan kantong plastik, serta menjamin kelestarian ekosistem.

Disamping itu, Perbup nomor 19 tahun 2017, membantu mewujudkan penurunan emisi GRK dari faktor sampah dan kehutanan. Karena penurunan emisi GRK menuntut arah pembangunan yang rendah karbon, yang seiring dengan penyerapan emisi karbon oleh keberadaan hutan.

Pemkab Pekalongan juga mengapresiasi kepada semua pihak baik pemerintah desa, dunia usaha, Pokdarwis, bank sampah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), masyarakat luas yang telah mendukung upaya-upaya ekonomi dan budaya yang lebih memperhatikan lingkungan dan melakukan efesiensi, dalam penggunaan sumber daya alam serta meminimalisasi produk sampah. (thd/adv/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -