Fokus Benahi Lahan Produksi Pangan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Pemprov Jateng berencana mengoptimalkan produksi pangan. Dari pertanian, perkebunan, hingga peternakan. Selama ini, pemprov hanya fokus pada lahan sawah padi saja. Sementara lanskap untuk peternakan, terutama budi daya ikan air tawar masih sangat kurang.Komitmen tersebut diwujudkan dengan melantik Sekretariat Kawasan Pangan Berkelanjutan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Rabu (7/6).

Wakil Gubernur Jateng, Heru Sudjatmoko menjelaskan, Pemprov Jateng memang sudah surplus soal produksi beras. ”Tapi kebutuhan pangan itu kan bukan hanya beras. Tapi juga sayur-mayur, buah-buahan, hingga lauk-pauk,” terangnya.

Meski begitu, selama ini Pemprov Jateng dinilai masih terlalu fokus menyediakan lanskap untuk lahan industri. Praktis, lahan untuk produksi pangan bakal terus terimpit. Belum lagi harus rebutan dengan lahan untuk permukiman penduduk.

Dia mengakui, membagi lanskap untuk lahan produksi, industri, dan permukiman memang tidak gampang. Menurutnya, ketersedian lahan untuk industri tetap menjadi prioritas karena dianggap sebagai puntu masuk investor ke Jateng.

”Nanti peraturan tentang RTRW akan diubah. Lahan untuk industri harus di lokasi yang tandus atau tidak bisa digunakan untuk lahan produksi pangan,” terangnya.

Dalam pelantikan tersebut, juga digelar diskusi mengenai ’Pengelolaan Kawasan Berkelanjutan’ yang dihadiri Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pedesaan, Kependudukan dan Catatan Sipil provinsi dan kabupaten/kota di Jateng, anggota Komisi B DPRD Jateng, petani, akademisi, dan sektor swasta.

Pembentukan platform tersebut merupakan bagian dari program pengembangan kawasan berkelanjutan yang difasilitasi Business Watch Indoensia (BWI). BWI merupakan organisasi yang fokus pada isu-isu keberlanjutan agrokomoditas.

Ketua Yayasan BWI, Arys Buntara menjelaskan, diskusi tersebut menekankan bahwa pencapaian ketahanan pangan perlu usaha yang terintegrasi. Dijelaskan, saat ini pihaknya tengah fokus melakukan pendampingan petani di Sukoharjo, Klaten, Purworejo, Sragen, Wonogiri, dan Boyolali.

Di antaranya membantu petani setempat untuk membudidayakan kedelai dengan meninggalkan bahan-bahan kimia. Selain hasilnya lebih baik, ongkos produksinya pun bisa ditekan.

BWI juga mengajarkan bagaimana membuat pupuk organik dari bahan-bahan yang mudah didapatkan. ”Dulu, produksi kedelai di wilayah tersebut rata-rata 1,8 ton per hektare. Sekarang bisa sampai 2,4 ton per hektare,” terangnya. (amh/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -