Kota-Kabupaten Magelang Meraih Predikat WTP

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MUNGKID—Pemerintah Kota (Pemkot) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang berhasil meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Pemkot Magelang meraih opini WTP dari BPK atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2016. Sebelumnya, WTP pernah diraih pada 2006.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Magelang, Larsita, mengakui tidak mudah mendapatkan WTP. Pihaknya sampai mengkarantina pegawai yang mengurus aset daerah selama tiga bulan. “Petugas BPKAD, para pengurus barang, dan jajaran organisasi perangkat derah (OPD) terpaksa dikarantina guna mencari jalan keluar adanya selisih nilai aset-aset tersebut,” kata Larsita.

Sejak awal 2017, perbaikan laporan terutama masalah aset ia prioritaskan. Lalu, para OPD juga dituntut memperbaiki kualitas laporan keuangan dan aset. “Dari mulai pengurusan, penelusuran aset-aset dan disesuaikan dengan neraca,” ujarnya.

Dengan diraihnya WTP, Pemkot akan mendapat dana segar sebagai insentif sebesar Rp 5 miliar. Selain itu, pihaknya optimistis tahun ini bisa mempertahankan dana insentif daerah (DID) sebesar Rp 47 miliar seperti yang diperoleh pada 2016 lalu.

Jika Pemkot berhasil menggabungkan dua penghargaan tersebut, maka pada 2018 mendatang, dana miliaran rupiah itu bisa dicairkan dan dialokasikan sesuai wewenang daerah.

Wali Kota Sigit Widyonindito berkomitmen mempertahankan prestasi tersebut. “Penghargaan ini menjadi semangat Pemkot Magelang untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat.”

Penyerahan LHP dilakukan oleh Auditor Utama Keuangan Negara BPK RI, Bambang Pamungkas kepada Wali Kota Sigit dan Ketua DPRD Kota Magelang, HY Endy Darmawan, di Gedung BPK RI Perwakilan Jateng, Semarang, Rabu (7/6) kemarin.

Sementara itu, Pemkab Magelang mewakilkan Plt Sekda Kabupaten Magelang Agung Trijaya untuk menerima penyerahan LPH dari BPK RI. Selain Kota dan Kabupaten Magelang, pemerintah daerah lain yang menerima predikat WTP adalah Pemkot Semarang, Kota Magelang, Demak, Wonosobo, Cilacap, Purbalingga, Kendal, Pemalang dan Kabupaten Tegal.

Sedangkan empat pemerintah daerah dengan predikat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP), antara lain, Rembang , Klaten, Kota Tegal, dan Kebumen. Sementara pemerintah daerah yang masih mempertahankan WTP, antara lain, Kabupaten Semarang, Pati, Kudus, Jepara, Wonogiri, Sukoharjo, Temanggung, Banjarnegara, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Banyumas.

Kepala BPK Perwakilan Jateng, Heri Subowo, mengatakan, selama kurun waktu tiga tahun terakhir, terjadi peningkatan tata kelola keuangan daerah di Provinsi Jateng. Pada 2015 lalu, BPK memberikan opini WTP atas LKPD Tahun Anggaran 2014 kepada 12 entitas dan 24 entitas WDP. Pada 2016 sebanyak 21 pemerintah daerah memperoleh opini WTP atas LKPD Tahun Anggaran 2015 dan 15 pemerintah daerah memeperoleh opini WDP.

“Ada peningkatan signifikan perolehan opini WTP dan penurunan opini WDP. Sesuai ketentuan, diwajibkan pemerintah daerah melaporkan LKPD-nya,” kata Ir Isma Yatun, anggota BPK RI.

Menurut Isma, secara keseluruhan, dibanding 2015, pada 2016 mengalami peningkatan jumlah status WTP sebanyak 88,57 persen. ”Prestasi ini lebih baik dibanding sebelumnya. Ada 28,57 persen dibanding 2015,” kata Isma di hadapan Gubernur Ganjar Pranowo, ketua DPRD Jateng Rukhma Setyabudi, serta 24 bupati/wali kota dan ketua DPRD penerima LHP.

Plt Sekda Kabupaten Magelang, Agung Trijaya mengatakan, perolehan WTP sudah menjadi target bersama pada tahun-tahun sebelumnya. “Alhamdulillah, berkat kerja keras serta bimbingan Bupati Magelang Zaenal Arifin SIP, akhirnya tahun ini kita dapat opini WTP.” (put/vie/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -