Tampung Anak Jalanan Difabel dan Buangan Razia

Lebih Dekat dengan Panti Asuhan Cacat Ganda Tlogomulyo

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Panti Asuhan Cacat Ganda di Jalan Tlogomulyo, Pedurungan, Semarang menampung anak-anak difabel korban razia. Seperti apa?

ABDUL MUGHIS

BERBAGAI masalah sosial menghiasi kehidupan perkotaan. Tak terkecuali di Kota Semarang. Panti Asuhan Cacat Ganda Tlogomulyo ini intens mengumpulkan, menampung, merawat, dan mendidik anak-anak-anak jalanan difabel. Rata-rata anak-anak difabel tersebut menjadi korban kejamnya peradaban zaman.

Mereka yang cacat fisik maupun mental itu tersingkir dan memperjuangkan hak hidup di jalanan. Peran pemerintah untuk menangani masalah sosial anak jalanan ini tak membuat perubahan berarti. Penertiban anak jalanan yang dilakukan aparat penegak Perda, tak jarang justru membuat anak-anak jalanan difabel ini ’terbuang’ tanpa diimbangi dengan upaya penanganan lanjutan.

Melihat kondisi itu, Panti Asuhan Cacat Ganda terketuk untuk mengumpulkan, menampung, merawat, serta mendidik para anak jalanan difabel yang terbuang dari kerasnya zaman.

Di Panti Asuhan Cacat Ganda tersebut, anak-anak difabel tampak ceria bermain dan memperjuangkan hak hidup. Mereka berusaha dibesarkan hatinya dan diberi pembekalan keterampilan untuk mampu bersaing dalam kehidupan seterusnya. Termasuk mengasah bakat yang dimiliki oleh anak-anak difabel tersebut.

Dalam sebuah kesempatan baru-baru ini tampak anak-anak difabel menyanyi dengan penuh penghayatan. Matanya tampak sembab berkaca-kaca saat membawakan lagu tersebut. ”Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah. Tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaik.”

Itulah penggalan lirik lagu milik D’Masiv band yang dinyanyikan oleh anak-anak difabel dalam sebuah acara sederhana di Panti Asuhan Cacat Ganda tersebut. Dengan segala keterbatasan, anak-anak berkebutuhan khusus itu tetap optimistis menjalani hidup.

”Kami menampung sebanyak 38 anak penyandang disabilitas. Ada delapan anak di antaranya berusia di bawah 5 tahun. Selebihnya berusia antara 6-34 tahun,” kata salah satu pengurus Panti Asuhan Cacat Ganda, Maula Nene, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dijelaskan, sebagian besar anak yang tertampung di panti asuhan tersebut merupakan anak difabel yang tak memiliki orang tua. ”Kalaupun memiliki keluarga, tidak ada satu pun dari mereka yang dijenguk. Mayoritas mereka merupakan buangan dari kegiatan razia yang dilakukan oleh petugas Satpol dan Dinas Sosial,” ujarnya.

Para penghuni panti ini tidak hanya warga Kota Semarang, tetapi juga menampung difabel yang berasal dari luar kota. ”Hanya lima anak yang tercatat masih memiliki orang tua. Itu pun sudah pasrah dan ikhlas dititipkan di sini,” katanya.

Dengan segala keterbatasan kemampuan, kata dia, panti asuhan tersebut berjuang keras untuk merawat dan melakukan pendampingan pendidikan. Termasuk keterbatasan jumlah pengasuh. Meski demikian, pihaknya berkomitmen untuk mengasuh anak-anak itu tanpa batas waktu. ”Saat ini, kami memiliki pengasuh 12 orang. Kami membagi shift pagi dan malam,” ujarnya.

Butuh perjuangan keras dan kesabaran ekstra bagi para pengasuh. Sebab, anak asuh merupakan anak-anak berkebutuhan khusus. Anak asuh ada yang berkategori tunawicara, autis aktif maupun berbagai macam latar belakang disabilitas. ”Sebelum tinggal di sini, rata-rata meraka hidup berpindah-pindah karena terkucilkan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, secara kebetulan panti asuhan tersebut mendapat kunjungan dari para alumni Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Polri angkatan 2001 yang tergabung dalam Komunitas Ershi Jateng untuk melakukan bakti sosial. Mereka terdiri atas anggota kepolisian yang bertugas di Polda Jateng dan Akademi Kepolisian (Akpol).

Ketua Ershi Jateng, Ipda Subhan, mengapresiasi perjuangan para anak-anak penyandang disabilitas dalam memerjuangkan hidup. Ia mengakui, anak-anak berkebutuhan khusus tersebut tetap memiliki optimisme sebagai generasi muda. ”Kami ingin memberikan support agar mereka tetap mampu memiliki kekuatan secara lahir maupun batin,” ujarnya.

Menurutnya, semangat belajar para penghuni panti asuhan tersebut menginspirasi bagi manusia normal agar hidup lebih bermanfaat. Optimisme harus ditanamkan kepada semua. ”Begitu pun kami juga banyak belajar dari mereka,” katanya. (*/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -