Wakil Ketua DPRD Yogyo Susaptoyono dan Ketua Komisi III M Yusuf Sakir Terima Penghargaan

Sebagai Politisi Visioner dan Politisi Pencermat Anggaran

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

WAKIL Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Yogyo Susaptoyono, dan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Magelang, M Yusuf Sakir, menerima penghargaan pada Malam Anugerah Jawa Pos Radar Kedu-Radar Semarang 2017, beberapa waktu lalu. Mereka menerima penghargaan bersama puluhan tokoh inspiratif di bidang ekonomi, sosial, budaya, dan komunitas, serta pemerintahan.

Penganugerahan dilaksanakan di Artos Hotel & Convention Magelang. Nuansa modern tersuguh dalam kegiatan tahunan itu. Menghadirkan tata lampu dan sound system yang berkualitas prima, menggambarkan acara tersebut cukup berkelas.

Dalam seremony tersebut, M. Yusuf Sakir mendapatkan penghargaan sebagai politisi pencermat anggaran. Ia begitu detail mencermati angka-angka dari nilai anggaran pembangunan yang disodorkan eksekutif kepada legislatif.

Berkat kejelian anggota DPRD Kabupaten Magelang dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Magelang itu, ditemukan sejumlah paket pembangunan yang nilainya dianggap tidak realistis.

Contohnya, Ketua Komisi III itu menemukan adanya anggaran pembangunan pasar penampungan Kaliangkrik yang tidak rasional, mencapai Rp 9,1 miliar. Jumlah yang fantastis bahkan melebihi nilai untuk membangun pasar penampungan sementara, pedagang Muntilan.

Padahal, jumlah pedagang dan luasan lahan Muntilan lebih besar dua kali lipat, dibandingkan pasar penampungan Kaliangkrik. Pasar penampungan Muntilan dibangun dengan anggaran Rp 8,5 miliar. Itu dengan jumlah pedagang lebih dari 3000 orang.

“Sedangkan pasar penampungan Kaliangkrik hanya dibuat untuk 1.400 pedagang saja. Anggaran ini jelas tidak rasional,” kata anggota Badan Anggaran tersebut. Tidak hanya itu, ditemukan pula persoalan anggaran belanja tidak langsung untuk keperluan gaji pegawai di beberapa dinas pada pembahasan RAPBD 2017. Sakir menilai, anggaran yang diajukan oleh Pemkab Magelang banyak dirasionalisasi. Setidaknya, ada Rp 14 miliar anggaran yang dirasionalisasi. Hal itu karena diduga perencanaan kurang matang.

Tidak hanya jeli dalam mencermati angka-angka di atas kertas, Yusuf Sakir juga tidak segan turun langsung ke lapangan. Mengecek pembangunan yang tengah berjalan. Pembangunan Pasar Muntilan dan Perpustakaan Daerah, tidak luput dari pantauannya. Dua proyek itu merupakan kegiatan pembangunan yang menyedot anggaran besar di Kabupaten Magelang.

Politisi yang mendapat penghargaan untuk kategori Politician Examining Budget itu menegaskan, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Magelang, harus dikawal dari masa perencanaan sampai tahap penyelesaian.

Sementara itu, Yogyo Susaptoyono juga menerima penghargaan serupa. Pria kelahiran Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah itu, mengawali kariernya dari dunia jurnalistik. Berlatarbelakang sebagai seorang jurnalis, mantan aktivis kampus Fakultas Sastra Undip ini, turut mewarnai marwah DPRD Kabupaten Magelang sebagai legislator yang yang memiliki komitmen untuk memajukan Kabupaten Magelang.

Pria yang intim disapa Yogyo ini, memiliki pandangan yang kritis dan visioner untuk perbaikan Kabupaten Magelang ke depan. Yogyo dikenal sebagai politisi yang rajin turun ke bawah.Tiap akhir pekan, bersama keluarga, Yogyo menyempatkan berkunjung ke berbagai daerah pinggiran di Kabupaten Magelang. Selain menyerap aspirasi, dia juga mengajarkan anak-anaknya untuk membumi. Yogyo menerima apresiasi untuk kategori Politician Visionary. (adv)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -