Hidupkan Dialog, Cegah Radikalisme

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

WONOSOBO – Kapolres Wonosobo AKBP Muhammad Ridwan menginisiasi pertemuan dengan para ulama di Pondok Pesantren Al Mubaarok Manggisan Wonosobo. Acara ini dihadiri sekitar 90 tokoh agama, Bupati Wonosobo Eko Purnomo dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah Chabibulloh Idris.

Ridwan dalam sambutannya mengajak seluruh ulama serta tokoh agama se-Kabupaten Wonosobo untuk bersama memerangi radikalisme serta isu negatif pemecah belah persatuan. Masalah tersebut sedang berkembang luas di media sosial.

“Mari bersama kita tolak paham radikalisme dan tidak menanggapi berbagai isu negatif yang bertujuan untuk memecah belah NKRI yang saat ini banyak kita jumpai di media sosial dan media lain, bersama kita jaga toleransi dan kerukunan yang sudah terjalin sejak dulu di Kabupaten Wonosobo tercinta ini,” kata Ridwan.

Ketua MUI Jawa Tengah KH Chabibulloh Idris berharap, kegiatan serupa dapat disambut baik serta dapat terlaksana kembali sebagai sarana komunikasi dalam rangka kerja sama Polri dengan ulama. Kegiatan ini juga untuk menjaga kerukunan beragama yang telah terjalin di Wonosobo.

“Masyarakat Wonosobo sangat kental dengan berbagai budaya baik Islam, Kristen, Hindu maupun Buddha namun tidak pernah terjadi perselisihan sejak dulu. Hal inilah yang harus kita jaga bersama,” kata Chabibulloh.

Ia menyebutkan, kesadaran akan keanekaragaman Indonesia yang terdiri dari berbagai macam ras, suku, agama namun harus bersatu dalam negara kesatuan di bawah ideologi Pancasila, harus ditanamkan di masyarakat. “Pemahaman terhadap Alquran sejak dini, juga menjadi langkah awal agar ke depannya tidak terjadi salah mengartikan dan membuat seseorang salah menentukan langkah,” katanya.

Sementara Pengurus Ponpes Al Mubaarok KH Nur Hidayatulloh menyambut baik pertemuan ini. “Kami berharap agar kegiatan seperti ini, dapat dilaksanakan rutin sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan ajang untuk berdialog,” katanya. (ali/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -