Polisi ‘Serbu’ Tempat Ibadah

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MAGELANG – Sekitar 300 personel Polres Magelang Kota, Jumat (9/6) pagi, ‘menyerbu’ tempat-tempat ibadah di wilayah Kota Magelang. Serbuan tersebut bukan dalam rangka pengamanan atau pengecekan keamanan, tapi untuk aksi bersih-bersih.

Kapolres Magelang Kota AKBP Hari Purnomo memimpin langsung aksi bersih-bersih tempat suci ini. Di antaranya Masjid Agung Kauman Kota Magelang, Gereja Ignatius Kota Magelang, Kelenteng TITD Liong Hok Bio, dan Pura Wira Buwana Akademi Militer (Akmil) Magelang.

“Mumpung di bulan Ramadan, kami ingin berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus merupakan ibadah. Maka, terpikir untuk membersihkan tempat ibadah ini yang tentu merupakan tempat suci bagi umatnya masing-masing,” kata Hari di sela-sela aksi bersih-bersih.

Hari menuturkan, aksi yang juga dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Bhayangkara ini sekaligus sebagai ajang silaturahmi antara aparat keamanan dan pengurus/pengelola tempat ibadah. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada takmir masjid, pendeta, dan lainnya.

“Pesan-pesan kamtibmas ini penting terus dilakukan agar kondusivitas Kota Magelang tetap terjaga. Kami harap pengurus tempat ibadah ini bisa meneruskan pesannya ke para umat ketika ada kumpulan atau beribadah secara jamaah,” tandas Hari.

Aksi bersih-bersih bisa diartikan pula sebagai upaya makin meneguhkan kebhinekaan Indonesia dan merekatkan kemajemukan. Para personel yang ikut aksi, tidak semuanya beragama Islam, tapi ada pula yang Kristen, Buddha, bahkan Hindu.

“Dengan aksi ini, mereka bisa bersama-sama membersihkan tempat ibadah tanpa memandang agama, suku, atau ras. Semua menyatu untuk membersihkan tempat suci yang dipakai untuk beribadah, sehingga lebih bersih dan sehat,” papar Alumni Akpol 1999 tersebut.

Ketua Takmir Masjid Agung Kauman KH Miftachusururi menyambut baik adanya aksi bersih-bersih ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk kebersihan masjid dan kenyamanan jamaah saat beribadah.

“Kebersihan kan bagian dari iman, meskipun kita sendiri terkadang mengabaikan kebersihan. Kita patut menyontoh warga di negara Singapura yang sadar betul akan kebersihan, meski mayoritas mereka nonmuslim. Harusnya negara kita yang mayoritas muslim jauh lebih bersih,” beber Miftachusururi. (cr3/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -