Bagi Waktu dengan Lingkungan dan Keluarga

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Lagi-lagi, Suparno menyampaikan istilah Jawa. Yaitu “Sekolaho Nang Ponorogo, Turumu Ning Ngisor Longan, Bantalanmu Merang. Pono diartikan hati nurani, jati diri manusia.Lalu Rogo itu maksudnya raga dan jiwa yang dibangun setelah hati.

“Kalau hati tenteram enak jalannya. Turumu Longan kui anggonmu mangan alongono (makanmu dikurangi) yakni puasa bagi orang muslim. Bantalanmu merang yakni meremmu arang–arang (sedikit tidur) karena sebaiknya waktu digunakan untuk sembahyang, dzikir, mendekatkan diri kepada Tuhan yang Maha Esa,” katanya.

Baginya hidup itu menerima takdir Tuhan. Sehingga tugasnya menjadi sebaik-baiknya manusia untuk keluarga dan orang lain. Saat ini Suparno bertekad mengabdikan dirinya untuk universitas.

Dalam aktivitasnya, ia membagi waktu di universitas, lingkungan serta keluarga. Setelah pulang dari tugas di universitas, sore hari digunakan untuk beristirahat di rumah dengan keluarga. “Lalu Maghrib sampai Isya saya usahakan salat jamaah di mushala, jam 8 pulang ke rumah untuk keluarga dan beristirahat. Dan nanti bangun pagi untuk ibadah lagi,” tuturnya.

Pekerjaan rumah tangga pun banyak dilakukan sendiri, dengan sedikit dibantu asisten rumah tangga. Istrinya merupakan pensiunan PNS, sehingga saat di rumah mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk mendekatkan diri ke penguasa alam semesta.

Misalnya dia mencontohkan, bila berdoa mintalah kepada Allah SWT dengan menyebut seseorang yang didoakan. Antara  lain orang tua, anak, istri, mertua dan lainnya. Ia berpesan untuk menyebut nama seseorang dalam setiap doa.

Di lingkungan tempat tinggalnya, Jalan Stonen Selatan, Bendan Ngisor ia aktif menjadi takmir masjid setempat. Ia pun menjabat sebagai Ketua RW sejak tahun 2000. Keaktifan bermasyarakat ini dijadikannya sebagai bentuk ibadah, berlomba-lomba dalam menuju kebaikan.

Pesan moralnya ialah agar menjadi orang-orang yang selalu bermanfaat untuk orang lain. Jadilah pribadi yang pandai bersyukur kepada Allah SWT, serta jadilah orang yang selalu berlomba-lomba menuju kebaikan. (dan/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -