Kuliah Sambil Kerja Latih Disiplin

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Tangan Kemlawe, Kemlamet. Falsafah Jawa ini dijadikan Rektor Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang DR. Drs. H. Suparno, M.Si dalam menjalankan tugas pokoknya sebagai manusia. Falsafah Jawa itu, menurut Suparno diartikan bahwa bila tangan terus bergerak, pasti ada rezeki yang bisa dinikmati dan disyukuri.

DALAM kehidupan sehari-hari, ayah 3 anak dan kakek 5 cucu ini juga menerapkan prinsip hidup yakni bahwa hidup itu dalam rangka mencari saudara. Bila saudara banyak, pasti rezeki akan selalu ada.

Baca Juga :

“Hidup ini mencari saudara. Anda dan saya ini juga bertemu sebagai saudara. Apa untungnya? Dengan mencari saudara Allah memberikan rizkinya . Tangan kemlawe, kemlamet, kita bergerak itu ada yang obah terus bergerak, lalu mamah artinya ada yang dimakan yakni rizki dari Allah SWT,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Mengingat masa lampau, Suparno kecil berasal dari keluarga seorang petani di Kabupaten Boyolali. Pada masanya, pendidikan  masih barang langka sebagai kebutuhan pokok untuk dinikmati masyarakat. Pada akhirnya, dapat mengenyam pendidikan di bangku perguruan tinggi ialah bentuk perjuangan ekstra luar biasa.

Pada tahun 1975, Suparno memutuskan untuk hijrah ke Semarang. Ia menghuni rumah kos sambil bekerja sebagai tenaga adminstrasi jasa pengiriman barang melalui perjalanan Kereta Api (KA) di CV Karya milik pamannya yang bernama H Sukasno.

“Tahun 1975 kos, setelah itu bekerja ikut Pakde yang seorang pemborong jasa pengiriman barang perjalanan KA. Alamatnya di Jalan Merak sebelah baratnya Stasiun Tawang atau biasa disebut depo,” kata pria kelahiran 23 Juli 1955 ini.

Sedikit cerita, saat bekerja menjadi karyawan di perusahaan jasa milik pamannya itu, ia dididik keras menjadi pribadi yang disiplin. Dan ia pun harus menjalani kuliah sambil bekerja. “Kuliah sambil bekerja itu rekosone  luar biasa. Tapi saya dididik disiplin. Ini yang membentuk diri saya seperti ini,” beber dia.

Ia menggambarkan, masa bekerjanya dahulu setiap hari harus bangun subuh untuk beribadah sebagai seorang muslim. Sebagai pegawai administrasi, ia bertugas merekap dimana truk mengangkut barang apa saja, berapa kali truk berjalan, serta mengurusi kendaraan yang rusak, sampai dengan mengurus KIR.

“Pakde saya H Sukasno membiasakan disiplin dengan pendidikan penuh aturan. Sangat disiplin, saya bertugas membersihkan kendaraan-kendaraan tapi tidak boleh mengemudi kalau belum punya SIM. Tidak boleh makan di depan pintu. Tapi semua aturan itu membentuk saya disiplin dan tepat waktu,” pungkasnya.

Saat kuliah ia harus naik sepeda. Sepeda itu pemberian dari orang tuanya. Dahulu lokasi kampus Untag berada di Jalan Veteran, yang kebetulan masih berada di sekitaran pusat Kota Semarang.

Kerja keras tidak menghianati hasil. Tahun 1986 ia lulus sebagai Sarjana Administrasi Negara. Lalu kemudian, pada 1989 Suparno menjabat sebagai sekretaris program studi Fisip Untag selama 2 periode. Lalu menjadi Ketua Prodi selama 2 periode.

Ia mengemban tugas di Untag merangkak dari jabatan per jabatan. Ia pernah menjabat kepala pusat pengembangan KKN Untag Semarang. Setelah itu menjadi Pembantu Dekan III bidang kemahasiswaan selama 2 tahun. Lalu menjadi Wakil Dekan Fisip selama  3 tahun.

“Pada 2006 ada pemilihan dekan. Saya terpilih mengemban tugas selama dua periode sampai 2014 diperpanjang satu tahun. Lalu November 2015 ada pemilihan Rektor, saat itu ada lima kandidat, Alhamdulillah seizin allah SWT saya dipercaya dan dilantik menjadi rektor Untag pada 28 Desember 2015,” bebernya. (dan/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -