Tanamkan Nilai Positif Pada Fase Emas

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG- Pentingnya menanamkan nilai-nilai positif bagi anak-anak disampaikan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat mengunjungi siswa-siswi kelompok bermain Kasih Ibu yang berlokasi di samping Pasar Bunga Randusari, Semarang Tengah, Jumat (9/6) pagi.

Pagi itu, wali kota memberikan semangat dan menyempatkan diri bernyanyi bersama anak-anak KB, serta menyerahkan plakat kelulusan bagi anak-anak.  Menurutnya, anak-anak usia TK, PAUD, kelompok belajar (KB) berada pada fase emas, di mana berbagai memori tersimpan dan akan terbawa hingga dewasa. Untuk itulah berbagai pengenalan nilai-nilai positif perlu dilakukan sehingga saat dewasa kelak, nilai-nilai tersebut dapat tercermin dalam tindakan dan sikap mereka.

“Saya berpesan kepada ibu-ibu guru dan para orang tua agar mengenalkan berbagai nilai positif pada anak-anak. Kenalkan kekayaan dan nilai positif yang dimiliki bangsa Indonesia seperti tenggang rasa, saling menghargai, menghormati, gotong royong, penuh kasih sayang terhadap sesama dan lainnya,” ungkap wali kota.

Dengan pengenalan berbagai warisan budaya leluhur bangsa yang luar biasa ini, lanjutnya, saat dewasa kelak akan berbagi hal yang positif juga bagi sesamanya. “Jika demikian, setiap hal yang merongrong bangsa ini akan dengan mudah terselesaikan,” ujar wali kota yang akrab disapa Hendi ini.

KB Kasih Ibu memiliki anak didik sebanyak 33 orang dengan range usia mulai 2 hingga 4 tahun. Kelompok bermain ini gratis bagi masyarakat dan pengajarnya pun tidak menerima pembayaran. Wali kota akan adanya bantuan bagi sekolah tersebut.

Ditanya terkait maraknya penggunaan gadget bagi anak, wali kota berpesan untuk meningkatkan kontrol terhadap penggunaan gadget bagi anak-anak. Kemajuan teknologi tentu tak bisa dihindari. Namun, yang terpenting adalah bagaimana peran orang tua, keluarga dan guru pendamping untuk mengontrol penggunaan gadget. “Arahkan teknologi untuk hal yang positif dan bermanfaat bagi diri dan lingkungan,” ungkap wali kota. (zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -