Tewas Dikeroyok di Rumah Kosong

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG Seorang remaja berusia 16 tahun ditemukan tewas mengenaskan di sebuah rumah kosong di Jalan Warigalit No 223, Krapyak, Semarang Barat, Kamis (8/6) sekitar pukul 15.00. Korban diketahui bernama Afrizal Hidayat, 16, warga Jatisari, Mijen. Ia tewas dikeroyok puluhan pemuda. Ditemukan sejumlah luka lebam di sekujur tubuh dan bagian wajah korban. Pasca kejadian itu, petugas mengamankan 8 pemuda yang diduga sebagai pelaku penganiayaan terhadap korban.

Kapolsek Semarang Barat, Kompol Arianto Salkery menjelaskan, penganiayaan terhadap korban dilakukan oleh para pelaku sehari sebelumnya atau pada Rabu (7/6) malam. Namun korban baru diketahui meninggal pada Kamis (8/6) sore. Petugas yang mendapat informasi kejadian itu, langsung bergerak menuju lokasi guna melakukan olah TKP. ”Untuk barang bukti ada galon air dan batang kayu,” jelasnya.

Saat ini, delapan orang tersebut masih ditahan di Mapolsek Semarang Barat untuk menjalani pemeriksaan penyidik. Mereka terbukti melakukan penganiayaan bersama-sama yang menyebabkan kematian rekannya sendiri. ”Kami amankan supaya tidak terjadi amukan massa terhadap para pelaku itu,” ujarnya.

Ditanya pemicu aksi penganiayaan itu, Arianto belum bisa membeberkan secara detail. Menurutnya, kasus ini masih dalam penyelidikan dan pengembangan oleh penyidik Polsek Semarang Barat.

”Mereka itu berteman. Intinya delapan orang ini bersama-sama melakukan penganiayaan terhadap teman sendiri. Dan, pada keesokan harinya temannya menemukan korban meninggal di salah satu rumah kosong di Krapyak,” jelasnya.

Ketua RW setempat, Ismail Soleh, mengatakan, rumah tersebut milik kakek salah satu terduga pelaku yang diamankan. Rumah itu memang kerap digunakan berkumpul korban dan teman-temannya untuk nongkrong bersama hampir setiap hari.

”Itu rumah Pak Harsono, cucunya itu teman korban. Rumah itu tempat nongkrong mereka, meski tidak pernah terjaid keributan tapi ya bikin waswas warga,” atanya.

Setelah dilakukan pemeriksaan tim medis, jenazah putra pertama dari tiga bersaudara pasangan Agus Musjito dan Farida Wulandari itu disemayamkan di rumah kakeknya Jalan Galungan, Krapyak, Semarang Barat, dan sudah dimakamkan Jumat (9/6), lalu.

Orang tua korban, Agus Musjito dan istrinya, Farida Wulandari, tidak menyangka atas meninggalnya putra sulungnya itu. Pihak keluarga kali pertama mendapat kabar dari rekann korban, yang juga diduga sebagai salah satu pelaku pada Kamis (8/6). ”Ada orang ke sini ngabari. Pertama pamannya yang diberitahu, saya masih kerja. Saya tahunya dari polisi,” ungkap Agus.

Menurutnya, setelah kejadian, pada awalnya teman-teman korban membuat keterangan palsu. Mereka mengaku bahwa korban ditemukan dalam kondisi lebam di jalan, dan dibawa ke lokasi pada Rabu lalu. Ternyata dari hasil penyelidikan polisi, temannya yang mengabarkan itu diduga ikut terlibat penganiayaan. ”Jadi, sepertinya mereka mereyasa, bilang anak saya babak belur berantem sama orang,” terangnya.

Agus membeberkan, petugas Polsek Semarang Barat yang mendapat laporan dan sempat mendatangi lokasi sempat terkecoh dengan cerita para pelaku. Namun demikian, pihak keluarga korban yang ikut datang ke TKP tidak serta-merta percaya.

”Saat itu, petugas datang melakukan olah TKP lalu pulang, tapi adik saya (paman korban) curiga dan merasa ada yang ganjil dengan kejadian tersebut hingga meminta polisi untuk kembali ke lokasi dan melakukan penelusuran,” katanya. (mha/aaw/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -