Usulan Ganjar Dianggap Tak Rasional

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Usulan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo agar pemkab/pemkot menghibahkan anggaran program SMA/SMK gratis kepada pemprov dianggap tidak rasional. Sebab, beban anggaran pemkab/pemkot dianggap masih berat dengan mengelola SD dan SMP.

”Tidak mungkin, masak kabupaten/kota mengibahkan anggaran SMA/SMK untuk provinsi. Apa kabupaten anggarannya sudah berlebih? Kan tidak juga,” ujar anggota Komisi E DPRD Jateng, Muh Zen Adv. Politisi PKB ini mengungkapkan, kabupaten/kota masih memiliki tanggung jawab mengelola SD dan SMP yang jumlahnya lebih besar.

Sebelumnya Gubernur Ganjar mengatakan program SMA/SMK gratis yang dirintis oleh pemkab/pemkot masih bisa dilanjutkan. Asal, pemkab/pemkot menghibahkan anggaran program SMA gratis kepada pemprov sebagai pengelola SMA/SMK. Tanpa adanya hibah tersebut, pemprov tidak dapat merealisasikan program SMA gratis karena anggaran pendidikan yang dialokasikan melalui APBD terbatas.

”SMA gratis teruskan saja polanya seperti apa. Ketika kita sudah menganggarkan, anggarkan saja. Ada pertanyaan, tapi tidak ada kewenangannya? Kalau memang mau, hibahkan ke Pemprov Jateng duitnya. Nanti akan saya teruskan ke sana,” ungkap Ganjar.

Lebih lanjut Zen mengatakan jika pemprov akan menggratiskan biaya pendidikan di SMA/SMK, dapat memanfaatkan biaya operasional seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan lain sebagainya. Terlebih rencana anggaran biaya sekolah sudah dibuat cukup lama.

Dia meminta pemprov melakukan supervise agar kuota 20 persen siswa miskin di sekolah negeri benar-benar terpenuhi. ’Di Jateng masih ada 26 persen anak usia sekolah yang tidak sekolah karena faktor biaya. Ini yang harus jadi perhatian,” paparnya. (ric/ce1)

Berita sebelumyaBagi-bagi Takjil ke Masyarakat
Berita berikutnyaAntisipasi DBD
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -