13 Perlintasan KA Tak Berpalang Pintu Berbahaya

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KAJEN-Perlintasan kereta api tak berpalang pintu yang ada di Kabupaten Pekalongan, perlu diwaspadai. Pasalnya pada perlintasan tersebut, kerap terjadi kecelakaan karena tidak ada warga atau petugas yang menjaganya.

Adapun perlintasan kereta api yang tidak berpalang pintu tersebut, ada di Desa Dadirejo dua buah, Desa Blimbingwuluh dua buah, Desa Samborejo satu buah, Desa Sragi tiga buah, Desa Tangkilkulon 2 buah, dan Desa Siwalan tiga buah. Kondisi itu diperparah bahwa sebagian perlintasan tersebut minim penerangan lampu jalan.

Karena itulah, untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan, Senin (12/6) kemarin, Polres Pekalongan membuat pita kejut yang terbuat dari tambang besar yang dipasang pada dua sisi sebelum perlintasan kereta api tak berpalang tersebut.

Kapolres Pekalongan, AKBP Wawan Kurniawan, mengatakan bahwa tujuan pemasangan pita kejut untuk mengingatkan warga yang akan melintas agar berhati-hati. “Pita kejut kami pasang 15 meter dari perlintasan pada dua sisi ruas jalan. Jumlahnya ada 13 perlintasan yang tak berpalang pintu,” kata Kapolres Pekalongan.

Menurutnya, target pemasangan pita kejut selesai pada H-7. Hal itu diharapkan bisa meminimalisasi terjadinya kecelakaan jalan raya, yang kerap terjadi di perlintasan kereta api tidak berpalang pintu. “Yang belum ada palang pintu pengaman, kami gunakan pita kejut. Pita ini terbuat dari tali tambang besar, yang dipasang melintang jalan, fungsinya untuk kurangi laju kendaraan waktu bakal melintas di perlintasan rel kereta api,” tegas AKBP Wawan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, Muhlisin, mengungkapkan bahwa pihaknya akan menugaskan pegawai Dishub dan Linmas desa setempat, untuk menjaga perlintasan kereta api yang tidak berpalang pintu mulai H-7. Setiap pintu perlintasan akan dijaga oleh dua petugas Linmas dan Dishub. “Kami akan bekerjasama dengan Polres Pekalongan dan Linmas setempat, untuk mengamankan perlintasan yang tidak berpalang pintu,” ungkap Muhlisin. (thd/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -