DPRD Kabupaten Magelang Bahas Empat Raperda Baru

Mulai dari Badan Permusyawaratan Desa Hingga Pemanfaatan Cagar Budaya

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

DPRD Kabupaten Magelang akan melakukan pembahasan terhadap empat raperda baru hasil usulan eksekutif. Jumlah itu merupakan bagian dari 26 perda baru yang akan ditetapkan tahun ini.

Dalam rapat paripurna kemarin, Bupati Magelang Zaenal Arifin menyerahkan empat raperda tersebut. Yakni, raperda Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak, Penetapan dan Pemanfaatan Cagar Budaya dan Pengembangan Produk Pertanian Berdaya Saing dan Berwawasan Lingkungan.

Raperda BPD yang diajukan mengamanatkan, lembaga perwakilan masyarakat itu kini berstatus lembaga desa dan bukan penyelenggara pemerintahan desa. Sehingga, fungsi BPD bertambah menjadi saluran aspirasi masyarakat desa berdasarkan keterwakilan wilayah. BPD merencanakan APBDes serta mengawasi jalannya Pemerintahan Desa yang dilaksanakan oleh kepala desa dan perangkat desa. Sedangkan tugas lainnya adalah menyelenggarakan musyawarah desa (musdes) dengan peserta yang terdiri kepala desa, perangkat desa kelompok, dan tokoh masyarakat.

Selain itu, musyawarah desa berfungsi sebagai ajang kebersamaan untuk membahas segala kebijakan tentang desa guna mewujudkan pembangunan dan kesejahteraan desa. Dengan kata lain, BPD menjadi lembaga penyeimbang Pemerintah Desa, menjadi partner untuk memajukan masyarakat desa. “BPD mewakili masyarakat karena keterwakilan BPD di tingkat desa merupakan pilihan masyarakat, jadi BPD membawa amanah dari masyarakat,” kata Bupati saat mengajukan raperda di hadapan DPRD.

Beberapa perubahan lain adalah anggota BPD yang semula paling banyak 11 orang menjadi berjumlah gasal, paling sedikit 5 orang dan paling banyak 9 orang dengan memperhatikan wilayah, perempuan, penduduk, dan kemampuan keuangan desa. Masa jabatan anggota BPD yang semula 6 tahun dengan masa jabatan maksimal 2 kali berubah menjadi 6 tahun dan paling banyak 3 kali masa jabatan.

Sementara Raperda tentang kabupaten layak anak sebagai upaya pemkab menjaga hak asasi anak dan menyiapkan masa depannya. Pemkab Magelang bertanggung jawab menyediakan fasilitas dan aksesbilitas bagi anak, terutama dalam menjamin pertumbuhan dan perkembangannya secara optimal dan terarah.

Terkait Raperda Penetapan dan Pemanfaatan Cagar Budaya sebagai upaya Pemkab Magelang melindungi warisan budaya yang perlu dilindungi dengan cara penetapan melalui pendaftaran dan pemanfaatan dalam rangka pelestarian agar memperoleh kepastian hukum terhadap kerentanan dari faktor alam dan manusia.

Sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010, Cagar Budaya dapat berupa benda, bangunan, struktur, situs, dan kawasan. Cagar Budaya merupakan kekayaan budaya bangsa sebagai wujud pemikiran dan perilaku kehidupan manusia yang penting artinya bagi pemahaman dan pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

Raperda tentang pengembangan produk pertanian berdaya saing dan berwawasan lingkungan merupakan komtimen pemerintah daerhh untuk mengebangkan produk pertanian dalam rangka mendukung perekonomian daerah khususnya untuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Keterbatasan pendanaan Pemerintah Daerah dalam mengembangkan komoditas prioritas di Kabupaten Magelang menuntut perlunya keterpaduan dan fokus pengembangan serta sinergi dari berbagai program dan pendanaan yang ada dari pemerintah dan keterlibatan peran swasta/pengusaha. Sehingga dapat dicapai hasil yang sebaik-baiknya.

Swasta diharapkan dapat berperan jauh lebih besar mengingat nilai ekonomi komoditas pertanian dan perkebunan yang tinggi. Apalagi, perkembangan toko swalayan yang pesat tersebut perlu disikapi pula dengan penyediaan produk pertanian dan perkebunan yang bermutu dan aman dikonsumsi. (adv)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -