Menata Kota Menata Hati

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MENATA sebuah kota merupakan pekerjaan yang tidak mudah dilakukan, apalagi jika kota tersebut merupakan kota yang sudah memiliki kepadatan aktivitas yang tinggi. Berbagai kepentingan saling bergesekan satu sama lain menginginkan menjadi prioritas. Hal ini menyebabkan terjadinya konflik kepentingan antarpihak yang berdampak pada terganggunya kenyamanan dan keamanan dalam beraktivitas.

Jakarta merupakan sebuah kota yang telah dihuni sejak 500 Sebelum Masehi (SM) berdasarkan penemuan benda-beda prasejarah yang saat ini berada di museum sejarah Jakarta dan museum nasional. Kemudian berdasarkan prasasti batu tulis pada masa Kerajaan Tarumanegara dibuatlah saluran air Candrabhaga dan Gomati untuk mengatasi masalah banjir di sekitar Kampung Tugu (bkddki.jakarta.go.id).

Menurut catatan sejarah, banjir di Jakarta terjadi sejak 1621, kemudian disusul banjir 1878, 1918, 1909, 1918, 1923, dan 1932 yang menggenangi permukiman warga karena meluapnya air dari sungai Ciliwung, Cisadane, dan Angke. Setelah Indonesia merdeka, banjir masih terus terjadi di Jakarta antara lain pada 1979, 1996, 1999, 2002, dan 2007 (Kompasiana, 2012; Fitri Indra Wardhono, 2012 dalam Rosyidie 2013).

Menurut catatan sejarah, Semarang ada sejak abad ke-8 SM, yakni daerah pesisir Pragota yang saat ini telah menjadi daratan. Pada abad ke-15 SM, nama Semarang mulai dikenal berasal dari kata ”asem” dan ”arang” di bawah kepemimpinan Kyai Ageng Pandan Arang I. Pada 2 Mei 1547 M keturunan Pandan Arang dinobatkan menjadi bupati sekaligus menetapkan berdirinya (Semaranghttp://semarangkota.go.id).

Berkaca pada Jakarta, ternyata Semarang pun memiliki karakteristik yang mirip dengan ibu kota Indonesia tersebut. Di mana Semarang merupakan kota yang sama-sama berada di pesisir pantai utara Jawa, serta mengalami banjir dan rob yang sering terjadi.

Berbagai upaya dilakukan guna menanggulangi masalah tersebut. Antara lain, pembuatan kanal banjir dan normalisasi sungai yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI dan Jawa Tengah, tentunya ditujukan untuk mengalirkan air menuju laut dengan lancar. Namun dalam pelaksanaannya seringkali terbentur dengan adanya aktivitas permukiman di sempadan sungai. Penggusuran seringkali menimbulkan konflik dengan masyarakat meskipun dengan berbagai upaya pendekatan.

Giant sea wall dan tanggul laut untuk mengatasi permasalahan banjir di Jakarta dan juga Semarang pun menjadi pilihan untuk dikerjakan. Berbagai keilmuan dan keahlian dilibatkan dalam perencanaan tersebut, semua dilakukan tidak lain untuk mengatasi masalah yang kerap terjadi, yakni banjir dan rob. Berbagai aturan dan kebijakan pun saling mengisi untuk melengkapi aturan agar sesuai dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menata kota menata hati adalah sebuah gagasan moril yang menitikberatkan penataan kota secara humanis, di mana penataaan kota dilandasi oleh keinginan masyarakat yang menginginkan kenyamanan. Bagaimana mewujudkannya?

Pertama, dilakukan menyesuaikan dengan alam, menyahabati dan menghormatinya. Tidak mengubah bentang alam sesuka hati dengan menjadikan dataran pegunungan sebagai resapan air menjadi villa dan permukiman, sempadan sungai dan pantai sebagai daerah aliran air menjadi permukiman dan aktivitas.

Kedua, dengan efisiensi dalam penggunaan sumber daya dan buangan limbah, sehingga menghemat penggunaan lahan untuk tampungan. Ketiga, mengikuti peraturan yang telah ditetapkan, di mana peraturan tersebut telah dikaji secara matang dan komprehensif oleh para ahli. Keempat, selalu meng-update pengetahuan tentang kondisi alam yang terus berubah untuk mendapatkan solusi adaptasi yang cepat dan tepat guna merencanakan tata kota dan lahan secara baik. (*/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -