Metode Bismillah UMM untuk Anak Tuna Rungu

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MAGELANG– Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang mencoba melakukan terobosan baru di dunia pendidikan. Mereka menerapkan motode bismillah dengan media plastisin dalam pembelajaran BTQ bagi anak tuna rungu di Yayasan Pendidikan dan Penyantunan Anak Luar Biasa (YPPALB).

Metode ini diajukan oleh lima mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) melalui proposal penelitian pengabdian masyarakat. Proposal tersebut merupakan 1 dari 28 proposal mahasiswa UM Magelang yang lolos PKM Dikti Tahun 2017. Kelima mahasiswa tersebut yakni Monica Subastia, Zumrotus Sholihah, Chusna Fadhila, Dina Suci Wahyuningtyas, dan Rizqi Ayu Maulida di bawah bimbingan Dra Kanthi Pamungkassari MPd.

Ketua Tim Kegiatan Monica mengatakan, metode bismillah merupakan singkatan dari Belajar Iqro Sambil Bermain Agar Asyik dan Mudah. Adapun media yang digunakan adalah plastisin atau malam. Monik menjelaskan, pada mulanya ia bersama keempat teman-temannya melakukan kegiatan pengenalan Huruf Hijaiyyah yang dilakukan pada 9 Mei 2017.

Tahapan berikutnya adalah praktik sekaligus pembentukan Komunitas Guru yang disahkan oleh kepala sekolah yang dilakukan pada 10 Mei. Disusul evaluasi dan pelatihan komunitas yang diadakan pada 10-12 Mei. “Pada tahap akhir diadakan Gebyar Anak Sholih sekaligus penutup kegiatan dan pendampingan,” jelas Monica.

Metode yang dilakukan adalah dengan cara membagikan plastisin/malam kepada para siswa, kemudian guru menulis huruf hijaiyyah di white board. Setelah itu guru bersama murid mempraktikkan metode Bismillah tersebut dengan membentuk plastisin yang sudah dibagikan untuk dibentuk menjadi huruf hijaiyyah yang sudah ditulis dan dijelaskan oleh guru.

Kepala sekolah Edy Purwanto mengatakan, dengan adanya metode Bismillah ini siswa di SLB YPPALB-B Kota Magelang merasa lebih senang khususnya dalam belajar BTQ karena diterapkan sambil bermain dan tentunya sangat berpeluang bagi terciptanya kondisi pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan. Sekolahnya memiliki 149 siswa yang terdiri dari 60 siswa anak tunarungu dan 89 siswa anak tunagrahita/autis. Walaupun memiliki keterbatasan, ternyata minat mereka untuk mengaji sangatlah tinggi. (sct)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -