Puasa bagi Musafir

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Bapak kyai Ahmad Izzuddin yang saya hormati dan dimuliakan Allah, saya ingin menanyakan bagaimana kewajiban puasa bagi seorang musafir. Batasan-batasan seperti apa yang dipakai untuk menentukan bahwa seseorang tergolong musafir, dan bisa meninggalkan ibadah puasa. Bukankah zaman sekarang ini seorang musafir tidak sesengsara zaman nabi sehingga Allah membebaskan kewajibannya? Terimakasih

Suratman 085727610XXX di Semarang

Waalaikumsalam Wr. Wb. Terimakasih kepada Bapak Suratman yang dimuliakan oleh Allah, terimakasih telah mengajukan pertanyaan yang insyaAllah akan saya jawab,  Pada ayat 184 surah al-Baqarah [2] Allah berfirman yang kurang lebih artinya sebagai berikut : “Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain”.

Ayat ini tidak menjelaskan batas safar/perjalanan atau penyakit. Agaknya Allah bermaksud menyerahkan itu kepada nurani masing-masing, kapan dia boleh tidak berpuasa dengan syarat menggantikannya pada hari yang lain. Para ulama berbeda pendapat menyangkut batasan musafir. Mereka membahas terlebih dahulu, apakah izin ini disebabkan karena dalam perjalanan/safar itu sendiri ada masyaqqah, yakni kesulitan/keletihan yang dialami oleh seorang musafir, atau izin itu disebabkan karena adanya safar/perjalanan baik meletihkan maupun tidak.

Sementara ulama berpendapat bahwa izin itu disebabkan karena adanya masyaqqah/kesulitan, dan untuk itu tidak perlu ada pertimbangan jarak dalam hal izin untuk tidak berpuasa. Batasan bolehnya tidak berpuasa menurut penganut paham ini adalah tergantung pada pertimbangan masing-masing, yakni apakah puasa menyulitkannya atau tidak. Bagi yang berpendapat bahwa izin itu karena adanya safar/perjalanan, maka siapa pun yang musafir, meninggalkan tempatnya bermukim ke lokasi lain, maka ia boleh tidak berpuasa. Apakah ada patokan atau ukuran jarak untuk itu? Di sini mereka berbeda pendapat. Secara umum, kita dapat berkata bahwa jarak yang dikemukakan para ulama adalah antara 65 sampai dengan 90 kilometer.

Selanjutnya, logika Bapak  benar jika diukur dengan keletihan seseorang zaman sekarang dengan zaman dahulu, namun kata ulama yang mempertimbangkan safar dan bukan keletihan: “Dalam perjalanan sependek apa pun pasti ada keletihannya, kalau bukan fisik, maka pikiran.” Akhirnya, perlu diketahui bahwa izin untuk tidak berpuasa bagi yang musafir, syaratnya adalah bahwa perjalanannya itu bukan untuk tujuan kedurhakaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Demikian jawaban yang saya berikan semoga dapat bermanfaat bagi saya dan juga untuk semua pembaca. Wassalamualaikum Wr. Wb. (*/smu)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -