Ajak Kiai Pahami Sistem Keuangan Syariah

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

DEMAK-Hingga kini masih belum banyak yang memahami sistem keuangan Syariah maupun investasi, termasuk para kiai. Karena itu, kemarin, ratusan kiai kampung se-Demak diberikan pemahaman terkait perbankan syariah serta investasi model Syariah.

Acara yang dikemas dalam bentuk Halaqah Alim Ulama dan Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) tersebut mengusung tema peran otoritas jasa keuangan (OJK) dan pesantren dalam mendorong industri keuangan Syariah di Jateng. Acara ini dihadiri langsung anggota DPR RI dari Fraksi PKB, H Fathan Subchi dan pimpinan OJK.

Fathan Subchi mengatakan, sampai sekarang sistem keuangan Syariah yang diperkenalkan Bank Syariah dinilai masih kalah dengan bank konvensional, utamanya dalam menarik minat nasabah. Ini terjadi, diduga akibat produk Syariah yang ditawarkan ke nasabah kurang kreatif, variatif dan inovatif. “Produk yang tidak inovatif, sulit diterima masyarakat. Karena itu, nasabah justru tertarik dengan bank konvensional,” katanya.

Padahal, kata dia, di Malaysia, bank Syariah sudah mampu menjadi pelopor dan lokomotif dalam pembangunan infrastruktur serta pengembangan pabrik-pabrik atau industri berskala besar. Yang lebih menarik, pusat keuangan Syariah justru berada di Inggris dan bukan di negara-negara Islam, khususnya Timur Tengah. Bahkan, negara-negara Islam tersebut banyak yang memanfaatkan sistem keuangan Syariah yang ada di Eropa itu.

“Jadi, kita melihat sistem keuangan Syariah di Indonesia ini memang belum maksimal. OJK sendiri sudah 5 tahun menerima mandat untuk memperbesar pangsa Syariah ini. Dengan kegiatan ini, tentu kita ingin mengenalkan model Syariah kepada para kiai pengasuh pondok pesantren. Sebab, bagaimanapun para kiai merupakan sosok pertahanan kita di masyarakat, utamanya dalam bermuamalah,” katanya.

Edukasi seperti itu, kata dia, sangat penting agar para kiai memahami sistem keuangan Syariah tersebut. “Pesantren harus paham serta memperbaiki sisi administrasi atau pembukuan dalam kegiatan ekonominya. Sekarang tidak bisa lagi memakai sistem manual karena akan tertinggal jauh dengan sistem keuangan yang makin maju seiring dengan kemajuan sistem keuangan perbankan,” ujarnya.

Gde Patria dari OJK menambahkan, OJK memiliki kewenangan dan mengawasi alur keuangan perbankan termasuk kewenangan melakukan penyelidikan. “Selain itu, berperan melindungi masyarakat,” katanya. (hib/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -