Dewan Tolak Sekolah Lima Hari

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang akan menerapkan sekolah lima hari terus mendapatkan pro dan kontra. DPRD Jateng secara tegas menolak kebijakan tersebut, karena lebih banyak sisi negatif dibandingkan positifnya. Bahkan, dewan menilai itu kebijakan ngawur dan bisa memberangus pendidikan TPQ dan diniyah yang selama ini menjadi benteng pendidikan karakter dan moral di Indonesia.

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Taj Yasin, menilai kebijakan tersebut justru memberangus pendidikan TPQ dan diniyah. Padahal selama ini pendidikan TPQ dan diniyah sudah berjalan bagus, dan ikut memberikan kontribusi dalam membangun pendidikan karakter di Indonesia. ”Kami jelas kecewa dengan kebijakan ini, karena tidak pro terhadap pendidikan diniyah,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menambahkan, sebelum Mendikbud mengeluarkan kebijakan tersebut, Pemprov Jateng sudah mengedarkan SE serupa pada 2016. Tetapi memang dalam kenyataannya, kebijakan tersebut tidak berjalan, karena tak sesuai dengan kondisi riil di lapangan. ”Harusnya pengalaman di Jateng bisa dijadikan pelajaran. Jangan asal mengambil kebijakan,” tegasnya.

Wakil Ketua PW GP Ansor Jateng ini mengaku sudah melakukan kajian dan survei di lapangan. Hasilnya, orang tua siswa menolak dengan berbagai pertimbangan. Mulai pekerjaan yang padat, biaya operasional atau uang saku bertambah, sampai khawatir akan menimbulkan kenakalan remaja, karena lebih banyak waktu bermain. ”Kalau anak-anak senang, karena waktu bermain bertambah, mereka libur Sabtu-Minggu. Tapi harus diingat ini akan bisa memicu timbulnya kenakalan remaja, karena mereka justru sering ke luar rumah dan tak terpantau,” tambahnya.

Hal senada dilontarkan anggota Komisi E DPRD Jateng, Zen Adv. Mendikbud dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo harus menimbang ulang kebijakan Full Day School (FDS) ini. ”Kebijakan ini harus ditinjau lebih jauh, karena efeknya sangat besar dan justru mengorbankan pendidikan diniyah,” katanya.

Kemarin, seratusan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) se-Kota Semarang menggelar aksi demo menolak FDS. Demo digelar di depan gedung DPRD Jateng. Mereka mendesak Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang sekolah lima hari tersebut segera dicabut.

Koordinator Aksi, Musbahul Munir, mengatakan, rencana penerapan FDS di Indonesia sudah tidak relevan dengan berbagai alasan. Jika tetap dipaksakan, kata dia, ditakutkan akan menimbulkan persoalan baru. ”FDS sangat mengganggu dan tentunya tidak cocok dalam keseluruhan pendidikan nasional. Ini penting mengingat kebijakan ini mencakup tentang masa depan generasi bangsa,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, merujuk pada pengalaman Pemprov Jateng membuat kebijakan serupa pada tahun ajaran 2016 lalu, bukan pihak sekolah yang belum siap melaksanakan kebijakan ini, tapi segi transportasi yang belum memadai untuk mendukung program sekolah lima hari. ”Sekolah lima hari kami sudah berpengalaman. Saya sudah di-bully duluan ketika itu, transportasinya belum siap,” ujarnya, Rabu (14/6).

Berkaca dari pengalaman Jateng, sekolah lima hari dengan 8 jam, Ganjar menekankan bahwa wilayah perkotaan jauh lebih siap ketimbang wilayah kabupaten ketika program itu dilaksanakan. Infrastruktur kota lebih siap dibanding wilayah di desa. “Di kota, kebiasaannya lebih siap. Kalau mau dilaksanakan, saya kira bisa, tapi secara gradual,” katanya. (fth/aaw/amh/tsa/dan/aro/ce1)

- Advertisement -

1 KOMENTAR

  1. […] Sudirman Said –diusulkan DPW PPP Jateng kubu Djan Faridz untuk maju di Pilkada Jateng –menolak kebijakan sekolah lima hari Kemendikbud karena menganggap itu mengganggu pendidikan Qur&#821… (2017) –komentarnya menanggapi Pilkada Jakarta 2017 dikutip halaman FB Ponpes al-Anwar […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -