Salat Hajat Berjamaah, Mujahadah hingga Dini Hari

Tradisi Sambut Malam Lailatul Qadar di Musala Al Fadhillah Pandean Lamper

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Ramadan adalah bulan istimewa bagi umat Islam. Tradisi keagamaan digelar secara khusyuk tak memandang waktu. Salah satunya tradisi menyambut malam Lailatul Qadar di Musala Al Fadhillah, Pandean Lamper, Gayamsari. Seperti apa?

ABDUL MUGHIS 

RAMADAN sudah memasuki 10 hari terakhir. Saat itulah malam Lailatul Qadar diyakini datang, terutama di malam-malam ganjil. Biasanya, umat Islam akan semakin meningkatkan ibadah di malam hari. Seperti halnya yang dilakukan jamaah Musala Al Fadhillah Jalan Bintoro III, Pandean Lamper, Gayamsari, Semarang.

Hingga menjelang tengah malam, sejumlah warga tampak berkumpul di musala setempat. Terdengar lantunan ayat suci Alquran di speaker musala. Gemericik air wudu tak henti-hentinya mengalir. Orang bergantian untuk bersuci. Mereka menjaga tradisi menyambut datangnya malam Lailatur Qadar.

Para jamaah merapatkan barisan untuk melaksanakan salat Hajat berjamaah dan dilanjutkan dengan mujahadah Nihadul Mustaghfirin hingga dini hari. Tradisi tersebut telah menjadi aktivitas rutin sejak musala berdiri pada 1966.

”Kami mengajak agar senantiasa selalu tholabul ilmi (menuntut ilmu) dengan menghadiri berbagai majelis. Terlebih, pada bulan Ramadan,” kata pemimpin mujahadah, Zaenal Ulum Al Hafidz kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia mengajak kepada jamaah untuk melanggengkan amalan kebaikan setiap hari semampunya. Apalagi iklim politik yang terjadi di negeri ini kerap memanas, sehingga membuat masyarakat awam dengan mudah terjerumus ke dalam hal-hal yang kurang bermanfaat. Maka di bulan berkah seperti ini, diharapkan bisa menahan hawa nafsu dan berlatih sikap tawaduk.

”Pesan yang selalu saya ingat dari guru kami KH Achmad Muhammad atau Gus Muh dan KH Abdurahman Chudlori adalah mengutamakan sikap tawaduk,” kata santri Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang ini.

Dijelaskannya, tradisi menyambut malam Lailatur Qadar di kampung tersebut selalu dijaga, terutama memasuki malam 21 Ramadan. ”Tradisi itu diisi dengan salat malam, yakni salat Hajat dan mujahadah,” ujarnya.

Salah satu warga, Giono, mengatakan, malam 21 Ramadan juga dimanfaatkan untuk khataman Quran bersama. Tradisi yang sudah melekat di masyarakat setempat selalu diikuti oleh puluhan warga. Tentu saja, aktivitas relegius warga kampung yang terletak di tengah Kota Semarang ini cukup menarik.

”Tidak hanya di bulan Ramadan, warga cukup antusias mengikuti kegiatan-kegiatan keagaman. Pada malam 27 Ramadan, kegiatan serupa digelar di Masjid Miftakhul Jannah (tak jauh dari musala tersebut),” katanya.

Dia mengaku bersyukur hidup di tengah-tengah masyarakat yang multikultur dan berbeda keyakinan. Tetapi, mampu hidup rukun, damai dan kondusif.

”Saat malam Jumat juga adanya tradisi Yasin dan Tahlil. Begitu juga pada Senin malam, warga tak lupa menggelar tradisi pembacaan maulid, lengkap dengan tabuhan rebana,” ujarnya. (*/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -