Sindir Profesi Guru

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Menjadi seorang guru bukanlah perkara yang gampang, ada beban tanggung jawab yang berat. Namun, kini yang muncul adalah sebuah fenomena di mana guru sibuk mencari murid dengan segala bentuk tawaran.

Hal itulah yang disampaikan dalam pementasan Teater Beta di lapangan futsal kampus II UIN Walisongo, Rabu (14/6) malam. Kritikan dunia pendidikan memang begitu terasa selama pementasan.

Di mana dikisahkan, dalam sebuah negeri yang sedang kacau balau, Gareng, Petruk, dan Bagong sedang mencari murid. Berbagai upaya dilakukan ketiganya namun selalu kandas kendati mereka menguasai segala bentuk ilmu dan pengetahuan termasuk ilmu bahasa, sejarah, hingga sains dan teknologi.

Setelah lelah menunggu, penantian panjang mereka akhirnya mulai menemui titik terang dengan datangnya seorang perempuan yang datang dari negeri sebelah. Anehnya, sosok tersebut bergelar profesor sehingga apa yang ditawarkan para anggota punakawan tersebut tidak cukup meyakinkan perempuan yang sedang mencari guru tersebut.

”Saya mencari seorang guru yang mampu memanusiakan manusia. Sebab, di negeriku sejarah sudah semrawut, bahasa sudah tergusur, sedangkan kian banyak manusia yang diperbudak oleh kecanggihan teknologi,” tangis salah satu aktor.

Sutradara pementasan, Ramdani, mengatakan bahwa apa yang ingin disampaikan adalah sebuah kritik di dalam dunia pendidikan. Menurutnya, sosok guru haruslah amanah, cerdas secara intelektual dan spriritual. ”Tidak menyembunyikan ilmu dan terpenting harus didasari keikhlasan,” katanya sutradara pementasan, Ramdani.

Salah satu penonton, Najib Fiun, terkesan dengan apa yang disampaikan oleh Teater Beta itu. Menurutnya, apa yang dilakonkan oleh para aktor adalah sesuai dengan kondisi sekarang ini. ”Karena ini sedang musim pendaftaran siswa baru jadi apa yang ditampilkan momennya sangat pas. Di luar itu munculnya berbagai macam bimbel bisa direnungkan bersama apakah hal tersebut sebuah keuntungan atau sebaliknya,” ungkapnya. (aaw/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -