Donor Darah saat Puasa Ramadan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Assalamu’alaikum Dr. KH. Ahmad Izzuddin, M.Ag yang saya hormati, Sebagai seorang muslim, saya diminta untuk mendonorkan darah, karena dibutuhkan dan itu pada bulan Puasa. Karena itu say membatalkan puasa saya, apakah saya harus mengulang puasa saya atau membayar fidyah? Apakah saya termasuk berdosa membatalkan ibadah saya itu ? Mohon penjelasannya. Terimakasih.

Husnul Hidayah di Mranggen 08915672XX

Waalaikumussalam Warahmatulullah Ibu Husnul Hidayah yang saya hormati dan dimuliakan Allah. Donor darah belum dikenal pada masa Rasul dan sahabat-sahabat Beliau, namun demikian para ulama membolehkannya. Memang ada bahsan mengenai darah, baik dari menjualbelikannya maupun mendonorkannya.

Ulama-ulama bermadzhab Syafi’i menegaskan bolehnya mendonorkan darah, lebih-lebih kalau itu mengandung kesembuhan orang lain atau mempercepat kesembuhannya, bahkan dalam dalam Madzhab Abu Hanifah, boleh meminum darah atau kencing kalau memang dokter yang terpercaya bmenyatakan bahwa kesembuhan hanya dapat diperoleh dengan jalan tersebut.

Selanjutnya kalau menganalogikan pengambilan darah dari tubuh  dalam rangka mendonorkan itu dengan membekam, maka di sini terdapat perbedaan ulama menyangkut batal tidaknya puasa. Imam Abu Hanifah menilainya membatalkan puasa, sedang mayoritas ulama yamng lain gtidak demikian, paling Cuma memakruhkannya.

Terlepas dari semua itu, yang jelas dari pertanyaan di atas bahwa pendonor telah membatalkan puasanya. Pembatalan puasa Ramadhan menharuskannya mengganti puasa yang dibatalkan itu dengan puasa pada hari yang lain, tanpa harus membayar fidyah. Mendonorkan darah jelas  merupakan amal terpuji dan diharapkan memperoleh ganjaran Ilahi. Apa yang ibu lakukan itu semoga tidak mengakibatkan dosa, karena niat ibu membantu. Demikian jawaban dari saya, Allahu A’lam, semoga ada manfaatnya dan barokah. Amiin

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -