Main Judi Saat Ramadan, Ditangkap

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KAJEN – Tiga warga Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong, Jumat (16/6) dini hari ditangkap Sat Reskrim Polres Pekalongan saat bermain judi dadu di salah satu kebun yang digunakan untuk pasar tiban desa setempat.

Penangkapan para penjudi dadu atau klitik tersebut berdasarkan adanya laporan warga Desa Wangandowo yang jengkel dengan para penjudi dadu. Bahkan mereka tetap menggelar judi pada bulan Ramadan.

Tiga tersangka penjudi dadu, yakni Tarjuki, 60, Sundiko, 45, keduanya warga Desa Wangandowo RT 01 RW 01, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, dan H. Urip, 63, warga Desa Gejlik, Kecamatan Kajen. Namun dari tiga tersangka tersbut, H.Urip sempat kabur, dan pihak Polres menetapkannya sebagai Daftar Pencaria Orang (DPO). Sedangkan lima orang lainnya juga kabur dan belum sempat diketahui identitas dirinya.

Tarjuki, bandar judi dadu saat dimintai keterangan mengatakan permainan judi baru dilakukan selama 1 bulan. Namun pihaknya sudah lama menjadi bandar di beberapa desa lain.

Menurutnya permainan judi semula hanya dilakukan untuk iseng. Namun sejak menggunakan taruhan uang dan menguntungkan, akhirnya menjadi profesi keseharian, sambil menunggu panen sawah pada bulan Agustus mendatang. “Semula hanya iseng saja, namun karena banyak yang minat, akhirnya dibuka setiap malam Jumat,” kata Tarjuki.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pekalongan, AKP Agung Riyanto menegaskan sebelum dilakukan penangkapan, pihaknya telah melakukan pengintaian berdasarkan laporan masyarakat. Namun ketika dilakukan penangkapan, dari 8 pemain, hanya 2 yang berhasil ditangkap. Yang lainnya kabur.

Adapun barang bukti yang diamankan berupa uang tunai Rp 167.000, 3 buah biji dadu, batok kelapa berikut alasnya, alat pengopyok dadu, karpet warna putih yang ada lambang sesuai mata dadu, dan 11 batang lilin. “Para tersangka sedang kami mintai keterangan, dan kita kenakan pasal 303,” tegas AKP Agung. (thd/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -