Ribuan Botol Miras dan Sabu Dimusnahkan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

UNGARAN–Sebanyak 3.452 miras kemasan dan barang bukti berupa 99,34 gram sabu dimusnahkan Polres Semarang di Alun-alun Bung Karo Ungaran, Senin (19/6) kemarin. Miras tersebut hasil razia di beberapa titik di Kabupaten Semarang. Sedangkan sabu merupakan barang bukti beberapa kasus narkoba pada 2015.

“Itu hasil operasi cipta kondisi sebelum dan saat Lebaran 2017,” kata Kapolres Semarang AKBP V Thirdy Hadmiarso di sela acara pemusnahan tersebut.

Saat pemusnahan, sabu tersebut dilarutkan bersama diterjen. Kemudian campuran tersebut disiramkan ke arah ribuan botol miras. Pemusnahan juga dilakukan bersama Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Semarang dan disaksikan Bupati Semarang Mundjirin.

Setelah disiramkan, miras yang terdiri atas berbagai macam merek dan jenis tersebut langsung digilas dengan alat berat. Adapun rincian miras tersebut yaitu 3.452 miras kemasan dan ciu serta tuak sebanyak 2.650 liter. “Saat bersamaan juga dilakukan pemusnahan sabu hasil penangkapan kepolisian 2015,” katanya.

Bupati Mundjirin yang juga hadir dalam kesempatan itu mengaku prihatin dengan masih banyaknya ditemukan miras saat bulan Ramadan ini. “Ini dilakukan setahun dua kali, tetapi kok tidak kapok-kapok. Sampai judeg saya,” ujarnya.

Menurut Mundjirin, miras merupakan sumber kejahatan. Untuk itu, pihaknya meminta semua pihak untuk memerangi bahaya minum miras. Karena bila melihat peredarannya, saat ini sudah tidak ada satu desapun yang terlepas dari peredaran miras serta narkoba. “Otaknya bisa koplo kalau minum seperti ini, sel-sel syarafnya juga begitu. Apalagi ditambah dengan sabu-sabu,” katanya.

Mundjirin juga mengatakan jika masih ditemukannya narkotika jenis sabu di Kabupaten Semarang sungguh sangat disayangkan. Padahal, selain melanggar hukum konsumsi narkoba, juga sangat merugikan bagi kesehatan. “Kami memang sudah bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk memerangi narkoba dan miras yang ada di Kabupaten Semarang,” katanya. (ewb/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -