447 Napi Diusulkan Remisi, 150 Disetujui

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG-Sebanyak 447 narapidana (napi) berbagai kasus di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IA Kedungpane Semarang, diusulkan mendapat remisi khusus selama Hari Raya Idul Fitri. Dari jumlah tersebut, 150 napi sudah disetujui, sedangkan sisanya masih menunggu persetujuan Kepala Kanwil Kemenkum dan HAM Jawa Tengah serta Dirjen Pemasyarakatan.

“Yang diusulkan 447 (napi), yang sudah disetujui 150 orang, jadi 297 nunggu persetujuan Kakaanwil dan Dirjenpas, biasanya sebelum Lebaran sudah ada info fixnya,” kata Kepala Lapas Klas IA Kedungpane Semarang, Taufiqurrakhman, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (20/6).

Menurutnya, narapidana yang diusulkan mendapat pengurangan hukuman itu telah memenuhi syarat mendapatkan remisi, di antaranya berkelakuan baik dan telah menjalani masa pidana lebih dari 6 bulan. Selain itu, mereka telah membayar denda pidana. “Narapidana yang diusulkan mulai tindak pidana korupsi, narkoba dan tindak pidana umum lainya,”ujarnya.

Humas Lapas Klas IA Kedungpane Semarang, Fajar Sodiq menambahkan, jumlah yang diusulkan mendapat pengurangan masa hukuman belum final. Narapida masih bisa mendapatkan diusulkan sampai H-2 Hari Raya Idul Fitri selama memenuhi syarat yang telah ditentukan.

Ia mengaku tidak semua napi berhak mendapat remisi, menurutnya ada beberapa syarat yang harus mereka penuhi. Di antaranya, perkaranya telah memperoleh kekuatan hukum tetap dan tidak dalam hukuman disiplin atau tercatat dalam buku register.

Fajar menjelaskan, remisi khusus ini diberikan kepada narapidana beragama Islam, yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif. Misalnya, narapidana telah menjalani pidana minimal 6 bulan dan tidak terdaftar pada register F (buku catatan pelanggaran disiplin narapidana).

“Selain itu, penerima remisi adalah narapidana yang dianggap aktif mengikuti program pembinaan di Lapas atau rutan. Narapidana yang diusulkan berfariatif mulai dari remisi dua bulan, satu bulan, 15 hari, dan lainnya,” imbuhnya. (jks/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -