Bayaran Pembunuh Rp 25 Juta

Kasus Mayat dalam Karung di Sempor

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KEBUMEN – Polres Kebumen berhasil mengungkap kasus penemuan mayat dalam karung yang dibuang di kawasan hutan pinus Perhutani petak 65 RPH Somagede, Kecamatan Sempor, pada 14 Juni 2017 lalu. Korban yang diketahui bernama Basiyem, warga Desa Jati, Binangun Kabupaten Cilacap. Basiyem dihabisi oleh pembunuh bayaran.

Unit Reskrim Polsek Sempor dan Unit Resmob Satreskrim Polres Kebumen telah berhasil menangkap 3 tersangka yang diduga telah ikut melakukan pembunuhan pada Minggu (18/6) lalu di Banjarnegara. Ketiga orang tersebut adalah PK, 34, seorang perempuan yang saat ini tengah hamil 7 bulan warga Desa Gumelemwetan RT 05RW 05 Kecamatan Susukan, Banjarnegara; SH, 35, Desa Blimbing RT 01 RW 01 Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara, dan EK, 42, warga Dukuh Purwareja RT 04 RW 08 Desa Purworejo, Klampok, Banjarnegara. Ketiga pelaku ditangkap di rumahnya masing-masing tanpa perlawanan.

Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti saat press release di Mapolres Kebumen, Selasa (20/6), menjelaskan, hasil pemeriksaan terhadap para tersangka terungkap, bahwa motif utama adalah permasalahan uang antara korban dengan tersangka PK.

Menurut Titi, korban dan PK sudah saling berkenalan sejak tahun 2013. Waktu itu Basiyem pernah minta tolong ke BK untuk mencarikan dukun yang bisa menyembuhkan sakitnya. “Setelah sembuh, mereka jarang berkomunikasi lagi,” jelas Titi.

Keduanya berhubungan lagi saat anak korban sakit akibat kecelakaan dan harus dirawat di RSUD dr Margono Purwokerto di tahun yang sama. Korban meminta tolong kepada tersangka PK yang mempunyai latar belakang pendidikan keperawatan untuk merawat anaknya selama dan sepulangnya dari rumah sakit.

Pada Desember 2016, setelah bercerai dengan suaminya, Basiyem menjual rumah dan tanahnya di Binangun, Cilacap dan tinggal serumah bersama PK di Banjarnegara.

Suatu saat korban tertipu seseorang yang mengaku bisa menggandakan uang sehingga sebagian hasil penjualan rumahnya amblas. Basiyem selanjutnya menyerahkan sisa uang hasil penjualan tanah dan rumahnya sejumlah Rp 135 juta kepada PK untuk dibelikan satu unit rumah.

PK lantas mencarikan dan membelikan 1 unit rumah di Perum Permata Purworejo Klampok senilai Rp 90 juta. Selain itu juga dibelikan meja kursi senilai Rp 20 juta.

Kepada Penyidik Unit III Sat Rekrim Polres Kebumen, PK menjelaskan bahwa Basiyem menuntut supaya uangnya dibelikan rumah dengan tipe 45, bukan tipe 29 seperti yang dibelikan oleh PK.

Saat diberi penjelasan bahwa uangnya tidak cukup untuk membeli tipe 45, korban tidak bisa menerima dan menuntut uangnya dikembalikan. Di hadapan Korban, PK menyanggupi dengan syarat akan menjual lagi rumah yang baru dibeli itu.

Karena merasa risih ditagih terus menerus, PK mengadukan hal tersebut kepada suami sirinya, yaitu tersangka SH. PK menyuruh SH untuk mencari orang yang mau membunuh Basiyem. Tersangka SH pun mengenalkan PK dengan tersangka AJ (belum tertangkap). Kepada AJ, PK mengutarakan maksudnya untuk menghabisi nyawa Basiyem dengan menggunakan santet.

AJ menyanggupi permintaan PK dan meminta uang Rp 1 juta untuk membeli perlengkapan dan sarana berupa minyak wangi dan sebagainya. “Namun setelah ditunggu sampai 3 hari kemudian, korban Basiyem ternyata masih hidup,” jelas Kasatreskrim Polres Kebumen AKP Koliq Salis Hirmawan.

Setelah itu, PK menyuruh AJ untuk menghilangkan nyawa Basiyem dengan cara apapun. Ia memberikan imbalan Rp 25 juta. Kembali AJ menyanggupi dan menyuruh PK untuk membeli dan menyiapkan karung goni dan menyewa mobil.

Pada Selasa (13/6), kurang lebih pukul 21.00 WIB, Basiyem datang ke rumah PK di Desa Purworejo Klampok untuk menagih uang yang dijanjikan. Korban lantas diajak komplotan itu untuk mencari dukun yang dulu membawa kabur uangnya. Tanpa curiga, Basiyem pun ikut keempat orang itu pergi ke arah Sempor, Kebumen dengan menggunakan mobil Suzuki Carry sewaan yang dikemudikan oleh tersangka EK.

Setelah melewati Waduk Sempor, rombongan ke arah timur dan berbalik arah menuju utara, ke arah Kenteng, Sempor. Di sebuah tempat yang sepi, para tersangka mulai membunuh korban.

Tersangka AJ yang duduk di bangku mobil paling belakang, menjerat leher Basiyem menggunakan tali plastik yang masing-masing ujungnya sudah dikat potongan bambu. Saat korban meronta, tersangka EK bertukar posisi dengan tersangka SH, kemudian ikut membantu menarik tali plastik yang telah dijeratkan ke leher Basiyem. Tidak berapa lama, korban meregang nyawa.

Setelah yakin korban tidak bernapas lagi, rombongan para pembunuh ini berbalik arah menuju Waduk Sempor. Menurut tersangka SH, sempat terlintas dalam pikiran mereka untuk membuang jenasah Basiyem di waduk Sempor, namun tidak jadi.

Akhirnya di sekitar Waduk Sempor, pakaian Basiyem dilucuti dimasukkan ke dalam karung. Mobil berbalik arah lagi ke arah Kenteng, Sempor. Tersangka EK membopong karung yang berisi jenasah itu dan dibuang ke tebing hutan pinus.

“Berdasarkan keterangan para saksi dan para tersangka yang sudah berhasil ditangkap, serta dengan didukung barang bukti yang berhasil disita, penyidik Satreskrim Polres Kebumen menarik kesimpulan bahwa pembunuhan yang dilakukan terhadap korban Basiyem sudah direncanakan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 KUHPidana,” ungkap Titi. (jpg/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -