Gel Penyembuh Luka akan Dipatenkan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MUNGKID– Getah pisang ternyata memiliki khasiat ampuh untuk menyembuhkan luka. Daun pisang yang telah diekstrak juga memiliki kandungan yang sama dengan getah daun pisang dan dapat dijadikan bentuk gel.

Gagasan kreatif tersebut diwujudkan oleh 5 mahasiswa Fikes UM Magelang ke dalam proposal penelitian berjudul ‘Gelek Usang (Gel Estrak Daun Pisang)’ yang diajukan dalam PKM Dikti Tahun 2016. Proposal tersebut lolos pendanaan Dikti dan berhasil mewakili UM Magelang dalam Pimnas Invesment Summit (PIS) dalam ajang Pimnas tahun lalu.

“Dalam ajang pameran PIS tersebut, kami membuat gel dengan label Paradise dan banyak stakeholders terutama para dokter yang tertarik dan berminat untuk memesannya. Namun kami masih harus menyempurnakan produk sehingga tahun ini kami kembali mengikuti PKM untuk menyempurnakan penelitian tersebut,“ ungkap Ketua Tim.

Tahun ini, mereka kembali mengajukan proposal dengan judul Uji Stabilitas dan Penentuan Formulasi Optimum sebagai penelitian lanjutan dan berhasil lolos pendanaan Dikti. Selain Olga, 4 mahasiswi lainnya yakni Anggita Verdani, Nurkholis Ashari,Nugroho Purwojati, dan Hidayatul Khoirini.

Olga mengatakan, penelitian dilakukan untuk mengetahui efektivitas zat aktif pada daun pisang yang dibuat sediaan gel sebagai penyembuh luka gores. Di bawah bimbingan Tiara Mega Kusuma MSc Apt, Olga dan teman-temannya melakukan penelitian selama 2 bulan di Laboratorium Farmasi Fikes UM Magelang.

Proses penelitian berawal dari proses pemilihan daun pisang, proses simplisia atau pengeringan daun, proses ekstraksi, proses pembuatan sediaan dan yang terakhir adalah proses evaluasi sediaan untuk membuat tolak ukur pada hasil penelitian.

Pada tahap akhir, pengujian gel dilakukan pada manusia untuk mengetahui apakah gel tersebut mengiritasi kulit manusia atau tidak. Olga berharap, penelitian tersebut bermanfaat dan dapat dikembangkan karena obat luka yang bersifat herbal masih sangat minim di Indonesia. Selain itu kegiatan tersebut juga diharapkan dapat membuka peluang usaha obat herbal.

Olga menandaskan, saat ini, timnya sedang mengurus hak cipat gel Paradise sehingga dapat diproduksi sesuai ketentuan. “Kami juga berharap agar proposal ini dapat lolos ke Pimnas ke-30 yang akan diadakan di Makassar tahun ini,” jelas Olga. (sct)

Berita sebelumyaBentuk Tim Hanoman
Berita berikutnyaHarga Daging Mulai Naik
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -