Menanam Pohon Berbuah Yaqut di Surga

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

JIKA pernah berkunjung ke Puncak Bogor beberapa tahun lalu tentu kondisinya belum sepanas seperti sekarang ini. Ataupun jika melihat langit Jakarta selalu mendung tapi tidak turun hujan, apakah itu akumulasi polusi kendaraan bermotor dan gas buang industri? Rob pun selalu menggenangi pesisir utara Semarang seperti tidak mengenal musim.

Banyak penelitian memublikasikan bahwa penyimpangan penataan ruang/wilayah menyebabkan maraknya alih fungsi lahan. Daerah resapan air di hulu beralih dari hutan menjadi lahan pertanian sedangkan lahan pertanian di daerah hilir berubah menjadi kota satelit. Dampaknya, alam yang tidak lagi hijau ini telah mengubah iklim dengan pancaroba yang semakin tak pasti.

Sebenarnya, apakah tidak disadari bahwa telah tampak kerusakan di darat dan di laut karena perbuatan manusia? Walaupun hanya sedikit mengetahui, mengapa tidak belajar dari kehidupan di surga? Surga penuh dengan pohon-pohon sebagai segala sumber mata air yang memancar dan yang mengalir.

Semua orang tahu bahwa bernaung di bawah pohon akan terasa sejuk dan nyaman. Karena akar, batang, cabang, dan daunnya menyimpan air dan menghasilkan banyak oksigen. Jika banyak ditanam akan dapat menyejukkan sebuah rumah, kota, bahkan dunia.

Tidak usah terlalu jauh berniat menyelamatkan lingkungan dengan menanam pohon di sepanjang garis pantai atau di lahan kritis. Mulai dengan menanam pohon di lingkungan terkecil. Paling gampang menanam jenis pohon yang berbuah untuk menghijaukan tempat tinggal, seperti Delima, Pepaya, Pisang, Jeruk, dan Belimbing.

Tempat tinggal yang teduh, hijau, dan asri akan meningkatkan value dan estetika. Buahnya pun dipetik untuk menjamu tamu, diberikan kerabat dan tetangga dekat. Tentu dapat mempererat tali persaudaraan dan keakraban, tampak bahwa manfaat menanam pohon begitu luas untuk hubungan sosial.

Jika memiliki lahan/pekarangan bisa ditanami tanaman berkayu seperti Jati, Sengon, Mahoni, dan Sonokeling. Kayu dapat dipanen, budi daya lebah madu, tanaman herbal dan umbi-umbian dapat diterapkan di dalamnya. Secara ekologi meningkatkan penutupan lahan pada lahan kosong. Secara ekonomi menambah income keluarga dan dapat melatih jiwa wirausaha.

Dapat dibayangkan bahwa lahan kosong tidak terawat jika ditanami dengan pohon dapat menciptakan lingkungan baru bagi makhluk hidup lain. Kita telah bersedekah kepada alam, memberi makan dan tempat tinggal mahkluk hidup. Sebuah investasi berbuah kebaikan yang akan mendapat penggantinya di surga yang terbuat dari Yaqut; permata berwarna merah.

Seperti pohon di surga yang akar-akarnya menjulang ke angkasa sedangkan cabang-cabangnya yang penuh buah menjulur ke bawah agar mudah dipetik dan dimakan, segala manfaat pohon sebenarnya diberikan sebesar-besarnya untuk kehidupan manusia. Laju infiltrasi air laut dapat dicegah agar kita tetap bisa menikmati air layak diminum. Kencangnya angin laut dapat ditahan agar rumah-rumah di dekat pantai tidak roboh.

Ikan-ikan di bawah akar mangrove pun menjadi sumber pangan. Sedangkan barung-burung yang terbang di atas pepohonan mangrove yang hijau merupakan panorama yang dinikmati manusia sebagai obyek daya tarik wisata pantai.

Uniknya, menanam pohon tidak memandang suku, bangsa dan budaya. Laki-laki dan perempuan dapat beremansipasi menanam pohon bahkan membuat sebuah hutan. Mencintai tanah air dengan menanam pohon adalah hal yang baik. Menjadikan pohon sebagai pelindung tanah dan air untuk diwariskan kepada generasi penerus adalah hal yang lebih baik. (*)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -