Ramadan Momen Tingkatkan Akuntabilitas

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Bupati Kudus Musthofa menyebut Ramadan bagi seorang pemimpin dimaknai sebagai otopsi atau alat pembedah dan koreksi diri. Ibadah puasa menjadi cerminan kepedulian terhadap sesama.

”Bagaimana kita yang berpuasa menghormati orang yang tidak puasa. Seperti Sunan Kudus yang menyiarkan agama Islam dengan cara damai dan menghargai pemeluk agama lain,” ujarnya dalam diskusi Panggung Civil Society bertema ”Dapatkah Spirit Ramadan Meningkatkan Akuntabilitas Pejabat Publik” yang digelar Radio Idola di @Hom Hotel Semarang, Selasa (20/6).

Selain Bupati Musthofa, hadir sebagai narasumber Dr Teguh Yuwono (ahli kebijakan publik Undip Semarang), Prof Masrukhi (Rektor Unimus Semarang), dan Tri Lindawati (perwakilan Ombudsman RI Jateng).

Musthofa menambahkan, sebagai pemimpin mesti menjadi sosok yang kekinian dengan memahami kebutuhan perkembangan jaman. Saat ini, pihaknya menerapkan sistem aplikasi Menara (Menjaga Amanah Rakyat).

”Melalui sistem ini, setiap pelayanan 24 jam dipantau oleh publik. Ini sebagai salah satu cara menguatkan perangkat sistem untuk mendukung akuntabilitas pejabat publik,” ujarnya.

Untuk meningkatkan akuntabilitas pejabat publik, menurutnya perlu keteladanan. Harus ada kesadaran bahwa hidup adalah ketidaksempurnaan. Kehidupan seorang pemimpin adalah tidak sempurna.

Sementara itu, Ahli Kebijakan Publik Undip, Teguh Yuwono menyatakan, niat baik saja tidak cukup untuk meningkatkab akuntabilitas pejabat publik. Selebihnya perlu perangkat sistem yang kuat.

Di negara-negara maju, lanjutnya, dorongan moral dan mental tidak cukup. Harus didorong dalam sebuah lembaga  yang disebut sistem pengelolaan publik. ”Kenapa ada Ombudsman, salah satunya karena itu. Niat baik saja tidak cukup. Karena ada tekanan dari lingkungan setiap saat. Ada dorongan dari luar dirinya, sehingga membuat seseorang melakukan tindakan-tindakan yang tidak akuntabel,” ujarnya.

Maka terkait dengan Ramadan dan akuntabilitas pejabat publik, kuncinya adalah bagaimana menginternalisasi nilai-nilai agama di dalam proses pemerintahan sehari-hari. Intinya, pengendalian diri, empati, responsif. Menurut Teguh, hikmah orang berpuasa adalah agar orang bisa merasakan orang lain yang lapar.

Tri Lindawati menambahkan, Ramadan tidak mengurangi penyelenggara memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Tahun ini, menjadi pengalaman pertama bagi Ombudsman terkait Penerimaan Peserta Didik Baru SMA dan SMK Negeri Jawa Tengah secara online.

Meskipun ada transisi pengalihan kewenangan yang sebelumnya dari kabupaten ke provinsi, hal itu tak mengurangi layanan. ”Itu tidak mengurangi pelayanan, meskipun dalam pelaksanaan ada catatan. Salah satu catatannya, masih ada mal-administrasi,” tandasnya. (dan/ric/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -