Tokoh Lintas Agama Tolak Pelemahan KPK

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Segenap tokoh lintas agama melakukan aksi doa bersama menolak korupsi dalam bentuk apa pun serta pelemahan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kelima tokoh dari lintas agama menghaturkan doa bergiliran sesuai kepercayaanya masing-masing. Dari Katolik, Islam, Buddha, Kristen, dan Hindu untuk sepakat memerangi korupsi.

Aksi itu dilakukan bersama Koalisi Masyarakat Antikorupsi Jawa Tengah serta banyak elemen dari penggiat antikorupsi, Rabu (21/6) sore jelang waktu buka puasa di depan bundaran air mancur Jalan Pahlawan Semarang. Aksi ini menarik perhatian masyarakat yang melintas.

Tokoh Katolik, Romo Aloysius Budi menyampaikan, koruptor merupakan musuh semua orang dan semua agama. Maka gerakan moral apa pun harus didukung. ”Semua harus memberantas korupsi karena merusak peradaban kasih dan membuat rakyat tidak sejahtera,” katanya.

Sebab kata Romo Budi, koruptor telah mencuri uang rakyat dan membuat negeri semakin hancur. Oleh karena itu mencegah dan memberantas korupsi menjadi tugas bersama. Pihaknya menyatakan perang terhadap korupsi.

Senada, Wahyudi AR Ketua PC Magabudhi Semarang menyatakan korupsi adalah pembunuhan dengan penistaan hak seseorang secara perlahan. ”Maka kami menolak upaya-upaya pelemahan terhadap KPK, dengan demikian kita tengah melaksanakan tugas berbangsa. Warga Buddha mendukung pergerakan atau upaya-upaya menguatkan KPK,” tandasnya.

Dalam aksi itu, penggiat antikorupsi dan tokoh lintas agama menyatakan sikap. Antara lain, mendukung penuh KPK dalam pemberantasan korupsi, mengecam segala tindakan yang dimaksudkan untuk melemahkan KPK.

Selain itu mendesak DPR RI untuk membatalkan dan membubarkan Pansus Hak Angket terhadap KPK, serta mengajak seluruh masyarakat berdoa agar dijauhkan dari tindakan korupsi, kolusi, dan nepotisme yang merusak bangsa dan negara.

Mereka juga mengajak masyarakat untk tidak memilih kembali para legislatif yang bergabung dalam pansus Hak Angket DPR RI dari 7 parpol. Antara lain 6 legislatif dari PDI-P, 4 dari Gerindra, 2 dari Nasdem, 2 dari PPP, 5 dari Golkar, 3 dari PAN, dan seorang dari Hanura. (dan/ric/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -