Tumbuhkan Minat Baca Melalui Komakas dan Semu

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

TEMANGGUNG– Berdasarkan survei yang dilakukan 5 mahasiswa PGSD FKIP UM Magelang di Desa Kregan, Candisari, Temanggung, minat baca masyarakat dinilai rendah. Untuk itu perlu dilakukan upaya untuk membangun kegemaran membaca.

Di bawah bimbingan dosen Galih Istiningsih MPd, 5 mahasiswa UM Magelang yakni Lukitasari Hardiningsih, Tuti Handayani, Novi Susanti, Bekti Pangestuti dan M Hasan Mustofa menyusun proposal berjudul Pelatihan Bubu Komakas dan Semu serta Perintisan Rumah Baca bagi Anggota PKK di Desa Kregan, Candisari. Proposal tersebut merupakan salah satu proposal PKM yang lolos dan mendapatkan pendanaan dari Dikti Tahun 2017 bersama 27 proposal PKM UM Magelang lainnya.

Galih mengatakan, para mahasiswa melakukan 4 kegiatan untuk meningkatkan minat baca dan pemanfaatan perpustakaan Desa Kregan. “Kegiatan tersebut yakni Sosialisasi Pentingnya Budaya Membaca, Pelatihan Bubukomakas dan Semu, pembentukan Taman Baca Masyarakat (TBM) serta launching TBM,” tuturnya.

Pada tahap awal yakni sosialisasi tentang pentingnya budaya membaca yang dilakukan pada anggota PKK, sebanyak 40 peserta yang merupakan anggota PKK desa tersebut mengikuti kegiatan yang dilakukan di Balai Desa Candisari. Tahap berikutnya yakni pembuatan buku yang dinamakan dengan kegiatan Buat Buku Koran Majalah Bekas (Bubu Komakas) serta Sekolah Menulis (Semu). Selain itu warga mendapatkan wawasan mengenai pengelolaan Taman Baca Masyarakat (TBM) serta me-launching TMB “Bimo” yang merupakan kependekan dari hobi moco. Kegiatan itu dilakukan dalam rentang waktu empat bulan mulai Maret hingga Juni.

Tidak hanya ibu-ibu PKK namun juga anak sekolah dan para remaja yang mengikuti kegiatan dengan antusias. Selain itu para mahasiswa juga melakukan pendampingan terhadap TBM setiap satu minggu sekali untuk memastikan bahwa TBM berjalan dan sudah mampu dikelola mandiri oleh pengurus yang sudah dibentuk. Para peserta yang mengikuti program tersebut berharap, pelatihan dan juga TBM yang sudah berdiri bisa menjadikan sarana dan prasarana untuk meningkatkan minat baca yang ada di lingkungan masyarakat sekitar serta sebagai ajang memanfaatkan barang bekas menjadi bermanfaat. (sct/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -