JPO Gagal Dibangun, Kemacetan Semakin Parah

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KAJEN-Arus mudik menjelang Lebaran 2017 ini, kemacetan panjang hingga puluhan kilometer terjadi di Jalan Ahmad Yani Wiradesa Kabupaten Pekalongan. Lantaran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang sedianya tahun 2017 ini dibangun di Jalan A Yani Wiradesa, tepatnya di depan Pasar Wiradesa ternyata gagal direalisasikan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pekalongan.

Tak hanya itu, kini warga yang akan melintas atau menyeberang ke Pasar Wiradesa juga harus ekstra hati-hati, karena hampir setiap hari terjadi kecelakaan lalu lintas. Kerap ada penyeberang yang hendak ke Pasar Wiradesa tertabrak pengendara motor.

Sugiarto, 45, petugas Linmas Desa Mayangan, Kecamatan Wiradesa, mengungkapkan bahwa setiap menjelang Lebaran jalan pantura depan Pasar Wiradesa kerap terjadi kemacetan dan kecelakaan karena adanya warga yang menyeberang untuk pergi ke Pasar Wiradesa atau sebaliknya.

“Biasanya puncak kemacetan terjadi pada H-2 dan H-1 menjelang Lebaran, karena warga yang akan ke Pasar Wiradesa jumlahnya naik hingga 5 kali lipat dari hari biasanya. Kemacetan semakin panjang, khususnya dari arah barat atau dari Jakarta ke timur. Seharusnya dibuatkan jembatan penyeberangan, karena jalan pantura ini ramai setiap hari, bukan hanya menjelang Lebaran saja,” ungkap Sugiarto.

Sementara itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, Muhlisin, mengatakan bahwa rencana pembangunan jembatan penyeberangan sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun 2015 lalu dan dibuatkan DED pada tahun 2016. Dalam rencana biaya yang akan dikeluarkan, dibutuhkan Rp 5,1 miliar untuk membangunnya. Rencananya akan menggunakan anggaran dari pemerintah pusat atau APBN, namun oleh Kementrian Perhubungan (Kemenhub) pada akhir tahun 2016 ditolak.

“Jembatan penyeberangan di depan Pasar Wiradesa ini, saya pastikan gagal dibangun, karena pengajuannnya ditolak oleh Kemenhub, dengan alasan pemerintah pusat masih fokus pembangunan jalan tol dahulu,” kata Muhlisin.

Muhlisin juga menandaskan untuk mengurangi kemacetan dan menghindari adanya kecelakaan lalu lintas di Jalan Ahmad Yani, pihaknya akan menempatkan anggota Dinas Perhubungan dan bekerjasama dengan Linmas setempat, untuk membantu mengatur penyeberangan dan lalu lintas sekitar.

“Dinas Perhubungan akan menempatkan 4 orang petugas, 2 orang petugas di sebelah utara dan 2 orang lagi di sebelah selatan, untuk membantu mengatur lalu lintas dan menyeberangkan warga yang hendak dan pulang ke pasar,” tandas Muhlisin. (thd/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -