Tekan Biaya Pakan Ikan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Nelayan tambak dan pelaku budi daya ikan tawar kerap mengeluhkan mengenai tingginya harga pakan. Sebab, jika harga pakan tinggi sementara harga panen ikan tidak ikut naik, mereka akan merugi. Karena itu, Pemprov Jateng lewat Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) menggalakkan Gerakan Pakan Ikan Mandiri (Gerpari).

Pelan tapi pasti, sejumlah daerah di Jateng mulai menjalankan program Gerpari. Salah satunya dilakukan para pembudi daya ikan nila di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. Salah seorang petambak ikan nila Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu, Mamik Khudori menuturkan, untuk mengoptimalkan hasil panennya, dia tidak hanya mengandalkan pakan dari pabrikan murni. Pakan dari pabrikan yang dibeli, dioplos dengan pakan alami yang telah difermentasi.

”Dengan dicampur bahan fermentasi, maka metabolisme ikan dalam mengolah makanan lebih lancar, sehingga tingkat kematian ikan rendah,” katanya.

Mamiek menuturkan, pakan yang telah difermentasi itu bisa menambah kandungan protein. Sehingga, pemberian pakan itu bisa ditekan. Dicontohkan, dalam satu hektare budidaya ikan nila payau, paling tidak membutuhkan sebanyak 1,5 ton pakan pabrikan. Tapi kalau pakan itu difermentasi mandiri, kebutuhan pakannya hanya mencapai 0,9 ton, dengan catatan dalam tambak itu juga didukung pakan alami.

Menurutnya, pakan pabrikan tidak semua bisa diserap ikan, jadi kurang efektif. Dengan diberikannya fermententasi pakan, semua pakan bisa diserap oleh ikan, sehingga lebih efektif.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Budidaya Ikan Mulyo, Kecamatan Tayu, Pati, Bisri menuturkan, dengan banyaknya produksi ikan nila di kecamatan tersebut, rencananya akan dibentuk kampung nila. Karena banyak tambak yang saat ini banyak ditanami benih nilai di daerah tersebut. ”Ini masih dalam proses pembentukan,” ucapnya.

Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya DKP Jateng, Arif Rahman Hakim mengatakan, sudah banyak petani tambak yang membuat pakan secara mandiri, seperti di Demak, Grobogan, Klaten, dan lainnya. ”Gerakan ini perlu terus digenjot agar bisa menekan biaya pengeluaran alam membudaya ikan,” terangnya. (amh/ric/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -