Cuma Satu yang Masih Bertahan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

CATATAN Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung menyatakan, kesenian cengklungan merupakan salah satu seni pertunjukan tradisional kerakyatan langka di Temanggung. Bahkan, se-Kabupaten Temanggung, hanya tinggal satu yang hingga kini masih bertahan. Yakni, kesenian cengklungan di Desa Geblog, Kecamatan Kaloran.

Meski kini masih eksis, jika tidak diuri-uri dengan baik, cengklungan terancam punah. “Karena memang hanya satu-satunya di Temanggung dan para pemain musik utama sudah sepuh serta belum ada regenerasi. Maka, kesenian ini dikhawatirkan nyaris punah,” ucap Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung, Didik Nuryanto.

Didik menyampaikan, melalui program pelestarian dan pengembangan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Temanggung, pihaknya berharap cengklungan dapat terbina. Sehingga tetap lestari dan dikenal masyarakat luas.

Menurut Didik, selama ini pihaknya telah memberikan fasilitasi terhadap cengklungan. Baik pembinaan teknis, motivasi finansial, promosi ke ibu kota negara, dan kota-kota besar lainya. “Selain pembinaan, kami juga melakukan penelitian terhadap kesenian cengklungan. Ini bagian upaya untuk menguatkan. Kami juga sudah mendokumentasikan cengklungan.”

Didik membeber, Temanggung memiliki 64 jenis seni pertunjukan tradisional. Dari jumlah 64 itu, 9 jenis kesenian dikhawatirkan punah. Salah satunya: cengklungan. Kesenian lainnya yang nyaris punah adalah ambarsomah, gatholoco, tawinan, kuntulan, andhe-andhe lumut, sandhul, thethek mbengek dan peksi mudha. “Untuk mengantisipasi hal itu (kesenian punah), setidaknya ada lima hal yang harus dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Temanggung.”

Lima usaha itu, adalah, mencatat lewat registrasikebudayaan, memberikan pembinaan teknis artistik, serta memotivasi dengan pemberian stimulasi finansial. Kemudian, memberikan ruang promosi–baik di daerah maupun luar daerah—serta menggandeng stakeholder untuk berpartisipasi melestarikan dan mengembangkan seni pertunjukan tradisional kerakyatan Temanggung. (wong.ahsan/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -