Cuaca Ekstrim Nelayan Tetap Melaut

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KAJEN-Meski masih suasana Lebaran dan cuaca ekstrim terjadi di pesisir pantai utara Kabupaten Pekalongan, namun beberapa nelayan di Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan nekad melaut. Pasalnya, hingga akhir bulan Juli, masih musim ikan teri dengan stok yang melimpah. Bersyukur nilai jual tinggi hingga Rp 100 ribu per basket atau 30 kilo gram.

Sedangkan para nelayan dalam sehari bisa mendapatkan ikan teri hingga 5 ton. Itupun tidak perlu mencari ikan teri terlalu jauh, karena saat musim angin darat seperti saat ini, ikan teri mudah dijumpai di sepanjang pantai utara. Namun angin dan ombak yang besar, menjadi kendala bagi nelayan.

Besarnya ombak laut di pesisir Wonokerto juga mengakibatkan meluapnya air laut ke dermaga. Sehingga beberapa nelayan kesulitan ketika hendak memarkirkan perahunya di TPI Wonokerto, karena ketinggian air laut lebih tinggi dibandingkan daratan yang ada di TPI.

Akibatnya TPI Wonokerto juga ikut terendam air laut, penjualan ikan pun akhirnya dilakukan diatas kapal atau perahu nelayan, karena TPI Wonokerto tidak bisa digunakan untuk pelelangan ikan.

Suharso, 51, warga Desa Wonokerto Kulon, Rabu (28/6) kemarin, mengungkapkan bahwa meski cuaca ekstrim karena sering terjadi ombang besar dan masih dalam suasana lebaran, para nelayan tetap melaut. Ini karena ada panen raya ikan teri yang harganya membaik, yakni Rp 120 ribu untuk perbasket atau 30 kilogram.

Menurutnya panen ikan teri hanya berlangsung selama dua atau tiga bulan saja. Setelah itu, tidak lagi terjadi panen. Baru November mendatang, bisa panen kembali, itu pun belum tentu sebanyak dan semelimpah ini.

“Kalau kita tidak melaut, maka panen ikan teri akan berlalu begitu saja, dan harga ikan teri saat ini masih mahal,” ungkap Harso yang mengerahkan 8 anak buahnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh indonesia (HNSI) Kabupaten Pekalongan, Wiranto, warga Desa Wonokerto Kulon mengatakan bahwa melautnya para nelayan yang sebagian besar adalah warga Desa Wonokerto pada suasana Lebaran.

“Meski cuaca ekstrim dan masih suasana Lebaran, mereka tetap melaut. Karena uang dari hasil penjualan ikan, akan digunakan untuk perayaan Syawalan. Lebaran para nelayan ya pas satu minggu setelah lebaran itu,” kata Wiranto. (thd/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -