Rp 10 M Untuk Normalisasi Alur Pelabuhan Morodemak

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

DEMAK – Pemerintah terus berupaya untuk menormalisasi atau mengeruk alur Pelabuhan Morodemak, Kecamatan Bonang. Pemkab Demak sebelumnya telah mengusulkan rencana normalisasi ini melalui Bappeda Provinsi Jateng. Bahkan, lokasi juga sudah disurvei. Tak hanya itu. Pihak kementerian juga telah membuat detail engineering design (DED) yang dibutuhkan untuk pelaksanaan proyek yang sedianya dimulai 2018 mendatang tersebut.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemkab Demak Hari Adi Susilo melalui Sekretarisnya, Nanang Tasunar mengatakan, untuk keperluan pengerukan alur pelabuhan tersebut dianggarkan Rp 10 miliar. “Untuk pengerukan alur kapal ini menjadi kewenangan provinsi. Ini sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah,” ujarnya.

Sedianya, pengerukan sepanjang 500 meter dengan kedalaman 5 hingga 7 meter ini mengarah ke utara (laut). Ini karena alur sungai sudah lama mati sehingga alur kapal menyimpamng dari alur sebenarnya. Karena itu, normalisasi akan tetap mengikuti alur kapal yang berubah tersebut sehingga hasilnya lebih baik. “Kalau pengerukannya memotong alur bisa jadi sedimentasinya muncul lagi,” jelasnya.

Menurut Nanang, dengan sedimentasi yang tinggi, alur kapal Morodemak dalam kondisi air laut surut maka kedalamannya tinggal 1 meter. Kondisi ini membuat kapal ikan kandas dan sulit melalui alur menuju laut lepas dan pelabuhan tersebut. “Kapal besar dengan beban 30 grosstone (GT) sulit lewat,” katanya.

Padahal, di wilayah Pelabuhan Morodemak setiap hari  dilalui sekitar 600 kapal besar maupun kecil. Kapal diatas 10 GT ada sekitar 80 unit. Sedangkan, kapal lain dibawah 10 GT. Dia mengatakan, nelayan Morodemak memiliki kelebihan. Sebab, ikan yang didapatkan dari melaut masih segar segar. Ini berbeda dengan ikan hasil tangkapan nelayan wilayah lain seperti Juwana yang kondisi ikannya tidak sesegar Morodemak. Sebab, nelayan Morodemak kalau melaut hanya sehari sudah pulang. Sedangkan, nelayan Juwana bisa berhari hari sampai 40 hari baru pulang. (hib/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -