Unnes Diminta Beberkan Informasi Publik UKT, SPP dan KKN

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lingkar Merah Putih Nasional (LMPN) Jawa Tenggah dan Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kota Semarang mengajukan surat permohonan informasi publik ke Rektorat Universitas Negeri Semarang (Unnes). Informasi Publik yang ingin diketahui meliputi uang kuliah tunggal (UKT), sumbangan pengembangan institusi (SPI) dan pungutan dana kuliah kerja nyata (KKN).

Surat tersebut diajukan pada Kamis (3/8/2017) dan diterima oleh bagian Tata Usaha (TU) Unnes bernama Amelia. Usai mengajukan surat, kedua organisasi itu berkunjung ke sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Unnes.

Ketua Biro OKK pada GMPK Kota Semarang Umi Falikha mengatakan, pihaknya perlu turut serta mengetahui apakah arah kebijakan yang diambil Rektorat Unnes tentang 3 poin tersebut tepat sasaran atau justru bisa menimbulkan dugaan penyimpangan. Apalagi permasalahan itu menyebabkan 2 mahasiswa Unnes dilaporkan ke Polrestabes Semarang oleh pihak kampus. Kedua mahasiswa tersebut adalah Julio Belnanda Harianja serta Harist Achmad.

“Bagaimanapun Unnes sebagai badan publik yang merupakan kampus negeri, perlu adanya transparansi terkait 3 keluhan aktivis tersebut,” kata perempuan yang akrab disama Ikha tersebut dalam audiensi dengan BEM Unnes.

Wakil Sekretaris DPD LMPN Jateng Syahrial Budi menambahkan, tujuan pengiriman u=surat tersebut sebagai bentuk pengawasan masyarakat dan penyebarluasan informasi terkait 3 keluhan aktivis dan mahasiswa Unnes. Pihaknya memberikan waktu 14 hari kepada Unnes untuk memberikan jawaban.

“Kalau tidak diberikan, nanti akan kita sengketakan di Komisi Informasi Provinsi Jateng,” imbuhnya.

Menteri Koordinator Bidang Eksternal BEM KM Unnes Muhammad Algafar berterima kasih atas dukungan yang diberikan LMPN dan GMPK. Pihaknya memastikan akan berkoordinasi dengan seluruh jajaran aktivis agar semakin bersatu padu dengan berbagai masalah yang dihadapi mahasiswa di Unnes.

“Kami siap bersama-sama membahas apabila tiga hal permohonan itu sudah didapatkan nantinya. Pada intinya kami berterima kasih diberi dukungan dari organisasi eksternal,” kata Algafar. (jks/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -