Latih Pramuka Demi Mengejar Pahala

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SUDAH belasan tahun, Drs Suhadi Hadi Siswoyo, warga Jalan Saptamarga III No 109 Jangli, Tembalang melatih pramuka para siswa sekolah. Meski tak mendapat honor, kakek 68 tahun ini tetap semangat, karena baginya itu menjadi ladang pahala di usianya yang sudah senja.

Suhadi mengisahkan, dirinya aktif di kegiatan pramuka sejak masih duduk di bangku SMP di tempat kelahirannya, Kudus, pada 1966. Namun ia sempat vakum saat paham komunis merebak. Ia kembali aktif di pramuka setelah diterima kuliah di IKIP Semarang pada 1971. Saat itu, ia berkampus di Jalan Pemuda, tepatnya di gedung yang sekarang menjadi SMA Negeri 5 Semarang.

“Saya kuliah IKIP Semarang ambil jurusan D3 seni rupa. Di sini saya kembali aktif kegiatan pramuka, dan sudah menjadi Pandega,” kenang pria  kelahiran Kudus, 18 Maret 1950 ini.

Pada 1973, Suhadi sudah menjadi pembina dan dipercaya mengajar pramuka di berbagai sekolah di Kota Semarang.  “Saya pernah mengajar pramuka di SMP Muhammadiyah 2 Semarang, SMP Teuku Umar dan SMP Satyadharma Semarang,” akunya.

Hadi sendiri mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD) pada 1972, dan Kursus Mahir Lanjutan (KML) pada 1978 untuk golongan Penggalang. Kemudian pada 1984, ia mengikuti kursus pembina pramuka bagian penegak. “Untuk syarat mengajar pramuka SMP sampai SMA sudah terpenuhi,” katanya.

Diakuinya, saat itu melatih pramuka tidak mendapat honor. Hal itu dilakukan atas inisatif hati nuraninya sendiri. Ia lebih ingin berbuat amal dan mengejar pahala. “Tidak ada honor. Melatih pramuka ya suka rela, ya mengejar pahala saja. Sekaligus melatih generasi muda untuk berbuat kebaikan, tingkah laku, karakter,” terangnya.

Sedangkan tambahan penghasilannya saat itu, Suhadi mengakui mendapatkan dari keahliaanya menggambar dan membuat patung. Suhadi sendiri pada 1980 diangkat menjadi guru SMA Muhammadiyah 1 Semarang  dan pada 1981 diangkat menjadi guru SMA Negeri 6 Semarang. “Tambahannya ya kerja guru nyambi buat seni rupa taman dan patung, baru dapat honor,” ujarnya.

Di organisasi pramuka, pada 1972, Suhadi telah dipercaya menjadi pengurus pramuka tingkat kecamatan atau Kwartir Ranting (Kwaran) Semarang Timur dan Semarang Selatan. Pada 1976 sampai 1977, ia menjadi andalan Pramuka Kota Semarang.  “Kemudian pada 1981 sampai sekarang, menjadi pengurus andalan Jateng. Pada 2006 sampai 2011 saya juga pernah menjadi Kepala Pusat Pendidikan Kwartir Daerah Jateng,” katanya.

Pada 1981, Suhadi pernah terpilih masuk tim inti mengikuti Jambore Nasional di Cibubur Jakarta, dan Tingkat Asia Pasifik di Jakarta. Kebanggaan mengukuti Jambore Nasional dirasakan secara berturut-turut mulai 1981 sampai 2006. “Tahun 2005 saya dikirim mengikuti jambore tingkat dunia di Thailand. Dari Indonesia, ada 190 perwakilan penggalang usia SMP. dari Jateng ada 3 orang pembina, salah satunya saya,” katanya bangga.

Kebanggaan lainnya, pada 1989, ia berhasil menerbitkan buku terkait keterampilan Pramuka. Pada 1992,  ia kembali menerbitkan dua buku, dan pada 1995 menerbitkan buku ensiklopedia Gerakan Pramuka Penggalang. “Ada juga 4 buku yang diedarkan secara nasional. Yang ini saya baru dapat royalti,” candanya.

Kiprah suami Dapti Lostati ini sebagai pendidik dan dunia pramuka, ‘diwariskan’ kepada putrinya pertamanya, Vine Lina Artani, yang sekarang menjabat Kepala SDN Kramas Tembalang. Sedangkan anak keduanya, Agusta Artanto, bekerja di Pertamina Semarang, kemudian putri ketiga, Peni Septyorini, bekerja di Peternakan Ciamis. Peni tercatat sebagai alumnus Peternakan Undip. Sementara anak  bungsunya, Soleh Dapti Setiadi, menjadi wiraswasta. “Dulu istri saya juga sangat mendukung saya melatih pramuka,” pungkasnya. (mha/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -