Pesawat Cocor Merah jadi Panci  di Kaliangkrik

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Seperti halnya Kota Magelang, wilayah Kabupaten Magelang pada agresi militer II Belanda, Desember 1948, juga menjadi medan pertempuran. Tentara Divisi Siliwangi yang hendak hijrah ke Jawa Barat, berhasil menembak jatuh dua pesawat Cocor Merah milik Belanda di Kaliangkrik.

TIDAK ada yang menyangka, rumah Sutarjo dan Hahono di Desa Kaliangkrik, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang—hanya berjarak 50 meter dari Pasar Kaliangkrik—pada 69 silam, tepatnya pada 22 Desember 1948, pernah kejatuhan pesawat Cocor Merah tentara Belanda.

Merujuk catatan yang ada, pesawat Cocor Merah adalah pesawat buru sergap jarak jauh buatan North American (sebelumnya bernama General Aviaton). Nama asli pesawat Cocor Merah adalah P-51 Mustang. Pesawat ini juga memiliki julukan lain: Si Kuda Liar. Karena gambar mulut menganga berwarna merah di ujung pesawat, pesawat ini populer dengan julukan Si Cocor Merah.

Pada 22 Desember 1948, pasukan Divisi Siliwangi yang hendak hijrah ke Jawa Barat, memasuki kawasan Kecamatan Kaliangkrik, melalui Desa Beseran.  Dari Desa Beseran, pasukan yang sebenarnya bermarkas di Jawa Barat namun dipaksa meninggalkan Jawa Barat untuk hijrah ke wilayah Yogyakarta dan Kedu akibat perjanjian Renville pada agresi militer I Belanda pada Juli 1947—melanjutkan perjalanan menuju Desa Kaliangkrik. Desa ini merupakan pusat pemerintahan Kecamatan Kaliangkrik.

Perjalanan Divisi Siliwangi yang dipimpim oleh Abdul Haris Nasution, tidak mulus. Meski jembatan-jembatan telah dirobohkan akibat siasat bumi hangus untuk menahan laju tentara Belanda dari jalur darat, toh pasukan Belanda leluasa melakukan serangan melalui jalur udara. Pasukan Siliwangi dibombardir. Rentetan senjata dan bom-bom dijatuhkan  dari pesawat Cocor Merah.  Pasukan ini melawan, hingga akhirnya sampai ke Kaliangkrik dan berkumpul di lapangan Kaliangkrik (kini Pasar Kaliangkrik). Tidak ingin buruannya lepas, pesawat Cocor Merah tidak henti-hentinya memborbardir Desa Kaliangkrik. Ada sekitar  tujuh pesawat.

Pukul 09.00, pasukan Siliwangi merancang serangan balasan. Sasarannya jelas: menembak jatuh Cocor Merah. Bersenjata jenis metralyur ukuran 2,3, tentara   Siliwangi berhasil menembak dua Cocor Merah. Dalam sekejap, Cocor Merah jatuh di kawasan sekitar Pasar Kaliangkrik. Awak, mesin, dan bagian utama pesawat Cocor Merah, jatuh di sekitar 50 meter dari lokasi pasar.

Tepatnya, di dua rumah penduduk setempat yang saat ini menjadi lokasi rumah dan halaman Sutardjo. Salah satu sayap pesawat, juga jatuh di Bukit Kakus dan ekor pesawat jatuh di pemakaman Jarpisan, Desa Kaliangkrik. Akibat  jatuhnya si Cocor Merah, membuat dua warga setempat meninggal dunia: Ribut dan Soeparni yang tengah hamil tua.

Yang menarik, karena bongkahan Cocor Merah  tidak segera dimuseumkan, pada saat itu,  penduduk setempat memotong-motong bongkahan pesawat Cocor Merah. “Dipotong-potong, ada yang jadi seperti piring, panci, penggorengan, dan sebagainya,” kata Iyah, warga setempat.  Sedangkan mesin dan kursi pesawat Cocor Merah disimpan dan dirawat oleh keluarga Sutardjo dan Walwakiyah. Baru pada 2000-an, oleh pemerintah, mesin pesawat Cocor Merah dimuseumkan di Museum Bambu Runcing, Muntilan, Kabupaten Magelang. (iskandar/dari berbagai sumber)

Berita sebelumyaBPJS Kesehatan Sasar Pedagang
Berita berikutnyaMagelang Lautan Api
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -