Proses Pengerjaan RSUD Ungaran Meleset Target

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

UNGARAN–Proses pengerjaan RSUD Ungaran meleset dari target. Hal itu terungkap saat Komisi C DPRD Kabupaten Semarang melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa proyek Pemkab Semarang, Jumat (18/8) kemarin.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening mengatakan keterlambatan pengerjaan proyek RSUD Ungaran mencapai 12 persen. “Seharusnya sekarang sudah 37 persen, ini masih jauh dari target,” ujar Bondan saat di lokasi proyek pengembangan RSUD Ungaran.

Dikatakan Bondan, dalam hal ini pelaksana proyek diharuskan segera mengambil langkah tepat untuk mengejar ketertinggalan. Ia khawatir, dengan keterlambatan tersebut pelaksanaan pengembangan RSUD Ungaran tidak terselesaikan. Apalagi, pelaksana proyek pengembangan RSUD Ungaran pernah bermasalah ketika mengerjakan sejumlah proyek di Kabupaten Semarang.

Bahkan, hal itu membuat beberapa pihak termasuk kalangan dewan khawatir dengan keberlangsungan proyek tersebut. “Harus ada percepatan karena keterlambatannya lebih dari 10 persen. Kalau tidak dikejar, kami khawatir sampai batas waktu yang ditentukan tidak bisa selesai 100 persen,” ujarnya.

Adapun pengerjaan proyek menggunakan APBD Kabupaten Semarang lain yang masuk dalam agenda sidak yaitu Pasar Bandarjo Ungaran, Gedung KPU Kabupaten Semarang, dan Lapangan Tambakboyo Ambarawa. Sejumlah proyek tersebut dibiayai oleh APBD Penetapan 2017.

Sementara itu, sidak ke pelaksanaan proyek dilakukan saat sudah mau masuk dalam kuartal ketiga. “Secara umum, pembangunan di Pasar Bandarjo dan Gedung Kantor KPU Kabupaten Semarang cukup baik, keterlambatannya relatif kecil,” katanya.

Pekerjaan proyek Pasar Bandarjo dan Gedung KPU tidak terlalu mengejar keterlambatan pekerjaan, mengingat keterlambatannya relatif sedikit. “Kalau pengembangan Lapangan Tambakboyo, kami minta diusulkan anggaran lagi untuk pembangunan musala. Sebab, saat ini satu kios dimanfaatkan untuk musala,” ujarnya.

Sementara itu, dari hasil sidak, diketahui perencanaan pembangunan Gedung KPU dan Lapangan Tambakboyo Ambarawa masih jauh dari harapan. Anggota Komisi C Joko Sriyono mengatakan buruknya perencanaan tersebut mempengaruhi desain bangunan. “Bahkan mempersempit tempat parkir dan kurang efektif dalam menggunakan ruang yang ada,” tuturnya.

Lebih rinci, Joko mengungkapkan bahwa pengembangan Lapangan Tambakboyo dilengkapi podium. Namun atap peneduhnya hanya kecil. “Ke depan, mestinya perencanaan proyek-proyek yang diprogramkan lebih baik lagi, agar hasilnya juga baik,” ujar Joko.

Menanggapi hasil sidak dewan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang, Totit Oktoriyanto mengakui jika progres pekerjaan di Pasar Bandarjo masih rendah. Meski begitu, pihaknya sudah melakukan antisipasi dengan menggunakan tipe struktur khusus sehingga pekerjaan bisa dipacu dengan cepat dan tidak terganggu cuaca.

“Kami tidak menggunakan kolom beton atau lantai balok beton melainkan lantai baja dan balok baja. Jadi, kalau hujan tinggal memasang baut-batunya saja, tanpa terkendala cuaca hujan,” jelasnya.

Terkait dengan proyek Gedung KPU, pihaknya akan melakukan percepatan agar atapnya sudah terpasang sebelum musim hujan. “Seperti kita lihat bersama tadi kuda-kuda bajanya sudah datang, semoga atapnya sudah terpasang sebelum musim hujan. Sehingga ketika hujan tukangnya bisa mengerjakan di dalam, kalau cuaca cerah di luar,” katanya.

Meski mendapat kritikan dewan, Totit tetap optimistis pembangunan ruang publik di Pasar Bandarjo, gedung KPU dan pengembangan lapangan Tambakboyo dapat selesai tepat waktu. “Kalau RSUD Ungaran bukan kewenangan kami. Karena bukan kami yang menangani,” ujarnya. (ewb/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -