Serapan Beras Bulog Kembali Meningkat

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Serapan setara beras Perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah di pertengahan Agustus mulai mengalami peningkatan. Bahkan, sebagian ada yang mulai dialokasikan untuk dikirim ke beberapa daerah di luar Jawa yang mengalami defisit beras.

Kepala Perum Bulog Divre Jateng Djoni Nur Ashari mengatakan, hingga pertengahan Agustus pihaknya telah menyerap sebanyak 304 ribu ton setara beras, dengan stok yang masih tersedia sebanyak 241 ribu ton. “Stok tersebut masih aman hingga Februari tahun depan. Tapi kami juga terus melakukan penyerapan,” ujarnya.

Diakui Djoni, pada awal Agustus serapan setara beras di wilayahnya sempat mengalami penurunan. Diantaranya disebabkan oleh musim kemarau dan belum memasuki musim panen raya. Hanya beberapa daerah saja yang masih panen dan dalam jumlah yang kecil.

Selain itu, penurunan serapan juga disebabkan diberlakukannya kebijakan fleksibilitas harga sejak 8 Agustus lalu. Yaitu harga pokok penjualan (HPP) senilai Rp 7.300 kini ditambah 10 persen, menjadi Rp 8.030 per kilogramnya.

“Kebijakan ini dikeluarkan karena harga di pasar yang sudah cukup tinggi, akibatnya barang sulit didapat. Oleh karena itu dikeluarkan kebijakan baru ini yang diharapkan dapat menyerap beras di pasar untuk stok nasional,” ujarnya.

Dua hal tersebut lanjutnya, sempat menyebabkan serapan menurun di awal Agustus. Namun demikian, serapan kini sudah mulai meningkat, menjadi 356 ton per harinya. “Sudah mulai membaik, dalam waktu dekat serapan diharapkan segera kembali normal menjadi 500 – 2000 ton per hari,” katanya.

Dengan stok yang tersedia dan jumlah serapan yang mulai membaik, pihaknya juga telah mengusulkan pengiriman beras ke Kalimantan sebanyak 26 ribu ton. “Kami sudah usulkan tapi izin belum turun, nanti begitu perintah logistik turun, akan segera kami kirim. Sebelumnya kami juga sudah mengirim sebanyak 36 ribu ton ke Aceh, Medan, Padang, Kalbar, Kalteng dan Kaltim,” ujarnya. (dna/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -