KA Tabrak Avanza, 5 Tewas

Korban: Ayah, Ibu dan Tiga Anak

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KENDAL-Kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu di Dukuh Brogo, Desa Gebang, Kecamatan Gemuh, Kendal, Minggu (20/8) sekitar pukul 11.58. Kali ini, sebuah mobil Toyota Avanza warna hitam yang ditumpangi satu keluarga remuk redam ditabrak KA Kaligung jurusan Brebes-Semarang. Akibatnya, lima penumpang mobil tewas seketika di lokasi kejadian. Lima korban adalah satu keluarga, yang terdiri atas ayah, ibu, dan tiga anak. Mereka adalah Muhammad Thamrin, 54, dan istrinya Lina Retnowati, 37. Serta tiga anaknya, yakni, Nabila Jaquin, 13; Muhammad Paris Ramadhan, 2, dan Renan, 8 bulan. Mereka baru pindah sekitar satu bulan di Desa Penyangkringan RT 01 RW 14, Kecamatan Weleri, Kendal.

Menurut kesaksian petugas perbaikan rel KA, Aris Sugiarto, 40, sebelum mengalami celaka, mobil Avanza bernopol  B 998 RS yang disopiri Thamrin melaju dari arah Weleri menuju ke Desa Gebang. Saat itu, mobil berjalan pelan saat akan melintas rel KA double track. Setelah melewati rel pertama dan memasuki rel kedua, tak diduga dari arah barat (Brebes) ke timur (Semarang) meluncur KA Kaligung bernomor loko 402 yang dimasinisi Yusuf.

“Perlintasan rel KA itu memang tak berpalang pintu, mungkin sopir tidak tahu kalau akan ada KA melintas,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Begitu KA Kaligung sudah dekat, mobil Avanza nahas itu sebenarnya sudah melintasi rel KA kedua. Namun apes, moncong loko sempat menabrak bagian belakang mobil itu hingga terpental.  Mobil sempat terseret beberapa meter, sebelum akhirnya terpental keluar rel. Akibatnya, seluruh penumpang mobil terpelanting keluar. Lima penumpang tewas seketika di lokasi kejadian. Rata-rata mengalami luka di bagian kepala dan tulang belakang.

“Saat mobil akan melintas, sebenarnya sudah ada pengemudi mobil lain mengingatkan agar jangan melintas dengan cara membunyikan klakson. Tapi, sepertinya si sopir tidak paham dan langsung melintas tanpa melihat kanan kiri terlebih dahulu,” jelasnya.

Diakui, sebelum mengalami kecelakaan itu, mobil Avanza sudah sempat melewati perlintasan rel KA tersebut. Namun diduga karena kebablasan, Thamrin kemudian putar balik, dan kembali melintasi rel KA. Namun kali ini, nasib tragis dialaminya.

Muhammad Rifa’i, 42, warga sekitar  mengaku mengetahui kecelakan tersebut setelah mendengar suara benturan keras.  “Terdengar suara seperti barang jatuh, sangat keras. Kemudian saya keluar rumah, dan melihat ternyata ada mobil tertabrak kereta api. Semua penumpang terlempar keluar. Lalu saya berlari minta tolong warga lainnya,” ujarnya.

Kasatlantas Polres Kendal, AKP Edy Sutrisno, mengatakan, pasca kejadian itu, pihaknya sudah meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, termasuk sejumlah petugas perbaikan rel KA yang ada di lokasi. Di lokasi kecelakaan, pihaknya menemukan identitas korban Lina yang masih mencantumkan tempat tinggal lama, yakni Jalan Salak Barat 8 Nomor 14 RT 11 RW 5 Kelurahan Grogol, Petamburan, Jakarta Barat. Hingga kemarin, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan.

Kakek Sempat Telepon

Kecelakaan yang menimpa keluarga Thamrin membawa kesedihan mendalam bagi Suwandi, 58, ayah dari Lina Retnowati. Ia mengatakan, sebenarnya tujuan Lina sekeluarga pulang ke Kendal untuk berkunjung ke rumahnya Desa Tejorejo Ringinarum, Kendal.

Selain itu, rencananya keluarga tersebut hendak menempati rumah yanng baru dibeli Lina sebelum bulan puasa lalu. “Mereka mau pulang untuk melihat rumah barunya. Tapi ternyata malah kena musibah kecelakaan,” tuturnya.

Ia mengatakan, cucunya Nabila Jaquin atau anak pertama dari Lina dan Thamrin sebelumya sempat mengabari melalui telepon jika ia hendak pulang ke Gemuh. “Semalam sekitar pukul 00.00, sebelum berangkat dari Jakarta, telepon saya, ngabari kalau mau ke rumah saya. Quin (sapaan akrab Nabila Jaquin, Red) itu telepon saya. Dia bilang, kek, kakek di mana dan lagi apa. Saya jawab lagi di rumah mau tidur,” katanya menirukan percakapan telepon.

Lalu, Quin bilang jika ia beserta dua adik dan kedua orang tuanya sedang persiapan untuk perjalanan ke Kendal. “Dia bilang mau ke Kendal, ke rumah kakek. Terus saya jawab, iya hati-hati di jalan. Jangan lupa berdoa,” tuturnya.

Setelah itu, tidak ada kabar lagi. Baru siangnya sekitar pukul 12.30, ia mendapatkan firasat yang tidak enak. Kemudian ia menelepon Lina, anaknya, bermaksud untuk menanyakan sampai mana perjalanannya. “Saya khawatir, ini kok sudah siang tapi tidak sampai-sampai rumah,”  ceritanya sedih.

Namun telepon tidak diangkat. Ia kemudian menelepon ke nomor Thamrin, tapi juga tidak diangkat. Ia kemudian menelepon ke nomor telepon milik cucunya, Quin. “Semua aktif dan nyambung, tapi tidak ada yang angkat. Sampai sekitar pukul 13.00, saya terus hubungi, tetap tidak ada yang mengangkat,” katanya.

Selang beberapa menit kemudian, ia mendapatkan kabar dari anaknya yang pertama, Suyanto, yang berada di Jakarta. Suyanto memberi kabar jika baru saja ditelepon polisi jika mobil yang ditumpangi Lina mengalami kecelakaan. “Dia telepon, katanya mobilnya Lina mengalami kecelakaan hingga penyok (ringsek, Red),” paparnya.

Lalu ada salah seorang tetangganya yang membuka Facebook dan melihat adanya mobil yang mengalami kecelakaan di perlintasan KA Dukuh Brogo, Desa Gebang. Ia melihat foto mobil dan foto korban diunggah ternyata adalah foto anak, menantu dan tiga cucunya.

“Saya bingung, lalu dikabari korban dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Weleri. Saya langsung ke sini. Ternyata setelah saya lihat, benar korbannya adalah keluarga saya,” katanya sembari meneteskan air mata. (bud/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -