Pemkab Berencana Bangun Ikon Gedungsongo

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

UNGARAN–Pemkab Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang berencana membangun ikon Candi Gedungsongo. Kepala DPU Kabupaten Semarang, Totit Oktoriyanto mengatakan pihaknya telah mengusulkan dana alokasi khusus (DAK) ke pemerintah pusat sebesar Rp 30 miliar. Melalui DAK tersebut rencanannya akan dibangun pintu, jalan, dan ikon Candi Gedongsongo.

“Mudah-mudahan usulan kami diterima. Harapannya dari Bedono menuju Sumowono ada akses jalan yang lebih baik, layak untuk bus pariwisata,” kata Totit, Minggu (20/8).

Bangunan pengarah menuju lokasi wisata Candi Gedongsongo tersebut, rencananya akan dibangun di sekitar jalan nasional perbatasan Kabupaten Semarang dengan Kabupaten Temanggung.

Pihaknya berencana memanfaatkan Sub Terminal Bedono yang dibuat Dishub Kabupaten Semarang untuk kemudian dijadikan pintu atau gapura bangunan pengarah seperti halnya penunjuk arah menuju Candi Borobudur di Magelang.

Apabila DAK Penugasan tadi disetujui, maka akan digunakan untuk pengoptimalan jalan yang sudah ada sepanjang lebih kurang 11 kilometer. Adapun Detail Engineering Design (DED) sudah dibuat oleh pihak DPU melalui APBD Perubahan 2017.

“Karena ideal akses jalannya paling tidak ya 8 meter, kondisi sekarang rata-rata 4 meter. Jika jalannya dibuat 5 meter maka tanpa pembebasan lahan, karena ada bahu jalan kanan-kiri 2,5 meter,” ujarnya.

Sementara itu, untuk konstruksi jalan yang bakal diterapkan nantinya akan dibuat beton perkerasan atau rigid pavement. Hal itu dilakukan mengingat sifatnya pelebaran memanfaatkan sebagian bahu jalan. Tidak menggunakan konstruksi jalan aspal karena alasan lebar bidang yang dikerjakan.

“DED baru merencanakan membuka akses dan jalan dahulu, gapura penunjuk arah nanti mungkin bisa APBD. Sementara bisa pakai billboard dahulu,” ujar Totit. (ewb/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -