Star Wars dan Tikus Ikut Pawai

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

WONOSOBO—Karnaval pembangunan untuk memeriahkan HUT ke-72 Kemerdekaan RI, Sabtu-Minggu (19-20/8), digelar Pemkab Wonosobo dan Temanggung. Banyak kreativitas yang diusung oleh para peserta, baik dari unsur OPD (organisasi perangkat daerah), institusi pendidikan, maupun kalangan umum.

Karnaval pembangunan di Wonosobo, misalnya, para peserta menampilkan kreasinya sebagus mungkin. Sebab, selain dikarnavalkan, materi karnaval juga dinilai oleh dewan juri. Karena itu, para peserta berusaha tampil maksimal, sesuai tema karnaval, gelar informasi daerah.

OPD Inspektorat, misalnya, menampilkan pawai mobil hias yang mengangkut tikus raksasa, seukuran truk trailer. Dalam pesannya, Inspektorat mengingatkan kepada masyarakat untuk menjauhi tindakan korupsi. Sebab, korupsi merupakan kejahatan luar biasa. “Pesan yang disampaikan Inspektorat sangat mengena. Hanya melalui simbol tikus raksasa, siapapun tahu kalau itu simbol koruptor. Dan, Inspektorat berhasil mengusung itu, di tengah maraknya kasus-kasus korupsi yuang membelit negeri ini,” kata Udin, warga Wonosobo.

Yang juga menarik dan kreatif, adalah peserta karnaval gabungan sejumlah Perusda di Wonosobo (Bank Wonosobo, PD Tambi, BKK, PDAM, dan lainnya). Mereka menyuguhkan atraksi spektakuler, elegan, dan berkelas. Yakni, menampilkan simbolisasi para raja kerajaan dan penari-penarinya dalam lakon sejarah Dieng. Para peserta menampilkan sesuatu yang wow, tidak sekadar ikut, dan dikonsep matang. “Itu terlihat pada busana mereka yang sepertinya ingin menampilkan sesuatu yang spektakuler dan mengena. Salut, mereka kreatif,” puji Dimas, warga Kertek yang menonton dari kantor Kodim 0707 Wonosobo.

Penampil karnaval lainnya yang juga spektakuler untuk ukuran karnaval tingkat kota/kabupaten adalah SMK 2 Wonosobo. Peserta mengusung bendera merah putih terpanjang, 100 meter lebih, dengan pesan nasionalisme yang musti terus digelorakan.

Ada juga peserta karnaval yang bikin gelid an ngakak para penonton dan tamu kehormatan di panggung utama. Yakni, peserta karnaval dari Dinas Sosial. Dinas ini menggiring “sejumlah orang gila” selama karnaval. Akibatnya, “orang-orang gila” yang dikawal pegawai Dinsos pun berbuat ulah. Memungut dan meminta suguhan makanan milik tamu undangan dan meminta rokok. Peran orang gila yang dibawakan salah satu PNS Dinsos, sangat natural.

Berambut gembel dengan busana compang-camping dan akting yang meyakinkan, banyak yang mengira kalau itu orang gila betulan. “Memangnya itu orang gila beneran ya,” tanya Iskandar, salah satu juri karnaval dari unsur media.

Fathonah Ismangil, panitia karnaval mengatakan, PNS yang berperan natural seperti orang gila, karena dalam tugasnya kerap menangani orang gila, gelandangan, dan telantar. “Mungkin karena setiap hari tugasnya bersinggungan dengan orang gila ya, jadi perannya sangat menghayati sekali,” kata Fathonah sembari tertawa.

Bagaimana karnaval pembangunan di Temanggung? Karnaval yang digelar pada Minggu (20/8) siang, juga menampilkan sisi unik dan kreatif para peserta. Polres Temanggung, misalnya, menampilkan kostum polisi masa depan yang diwujudkan dalam tema Star Wars.

Penampil karnaval dari Polres banyak menuai pujian dari para penonton. “Menurut saya, ini yang kreatif. Menampilkan sosok polisi masa depan dengan kostum Star Wars, keren,” puji Yanto, 36, warga Kranggan.

Panitia karnaval yang juga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung Wara Andijani mengatakan, pawai diikuti 65 peserta. “Acara pawai kendaraan hias ini menggunakan anggaran Rp 450 juta untuk keperluan subsidi khusus bagi peserta yang berasal dari instansi kedinasan dalam merancang kendaraan hias yang ditampilkan.”

Pawai juga dimaksudkan untuk menyuguhkan hiburan gratis bagi warga masyarakat, juga menarik wisatawan datang ke Kota Tembakau. “Kami ingin ke depan, jumlah peserta semakin banyak, karena pawai menjadi agenda rutin tahunan. Apalagi ini tahun ketiga penyelenggaraan, setelah sekian lama vakum. Terakhir, sekitar tahun 1997-1998.” (cr2/san/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -