Urgensi Revitalisasi Pancasila

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG– Ketua DPRD Jateng, Rukma Setya Budi menilai revitalisasi Pancasila sangat penting dilakukan demi masa depan kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebab, membiarkan berkembangnya ideologi-ideologi lain yang bertentangan dengan Pancasila, maka kehidupan bernegara dan berbangsa akan terancam bubar.

“Momentum sangat pas. Gagasan oleh pemuda ini sangat luar biasa dan harus didukung. Revitaslisai adalah sesuatu kesadaran bahwa pancasila vital untuk kehidupan sehari-hari. Tanpa pancasila kehidupan bernegara dan berbangsa akan terancam bubar,” katanya dalam Talkshow Kebangsaan bertemakan “Revitalisasi Pancasila” di halaman Gereja Katholik st Theresia Bongsari, Semarang, Sabtu (19/8) kemarin.

Menurutnya, perbedaan yang kerap menjadi pemicu konflik harus dimaknai terbalik. Artinya, perbedaan adalah sarana untuk saling mengisi dan melengkapi. Dengan begitu, pengaruh politik praktis dan kepentingan kelompok tertentu dapat diminimalisir.

“Perbedaan harus dimaknai untuk saling mengisi dan melengkapi sama halnya pelangi yang berwarna-warni. Negara kita memiliki potensi dan SDM bagus, tapi jangan sampai kalah dengan kelompok politik praktis dan kepentingan kelompok tertentu. Kita harus utamakan berbangsa dan bertanah air,” paparnya. Selain itu, Rukma mendorong masyarakat supaya aktif dalam menanggulangi ujaran kebencian di Sosial Media (sosmed).

Sementara itu, Pastor Kepala Paroki St Theresia Bongsari Semarang, Rm Eduardus Didik Chahyono, mengungkapkan, Pancasila bersifat universal dan didalnya terkandung nilai kebangsaan luhur sehingga harus dilanjutkan.

“Bukan persoalan terancam, karena ada sesuatu yang luhur dan tidak ada pertentangan, serta selaras dengan nilai-nilai kristianitas sekalipun,” tuturnya.

Dikatakan, revitalisasi Pancasila berkaitan erat dengan kemanusiaan hingga mampu mewujudkan peradaban kasih, bermartabat, dan beriman. “Arah dasar Uskup Agung Semarang, yaitu bagaimana mengarahkan ke penghidupan dan peradaban yang bisa menciptakan kesejahteraan yang berkeadilan dan bermartabat,”ungkapnya. (aaw/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -