Wilayah Perbatasan Prioritas Fasilitas PJU

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

UNGARAN – Wilayah perbatasan Kabupaten Semarang akan menjadi prioritas pemberian fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU). Mengingat banyaknya laporan dari masyarakat yang mengeluhkan kerawanan akses wilayah perbatasan karena kurangnya penerangan.

“Kita peroleh banyak laporan dari warga jika mereka ada yang takut hanya keluar rumah melintas di jalan kabupaten karena gelap. Maka tahun ini kita prioritaskan,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang Totit Oktoriyanto, Senin (21/8).

Dijelaskan Totit, 2017 ini pendirian PJU akan menyasar semua kecamatan di Kabupaten Semarang. Perkembangan pemukiman menjadi faktor kebutuhan pendirian PJU di semua kecamatan.

“Jadi wilayah perbatasan kita bangun dulu, lalu wilayah lain. Namun pelaksanaannya tetap pada tahun ini semua,” katanya.

Sebanyak satu titik PJU untuk masing-masing kecamatan akan didirikan di 2017 ini. Dimana satu titik sebanyak 10 tiang PJU didirikan di jalan kabupaten sepanjang 50 meter. Diutamakan pendirian PJU di semua tikungan jalan yang kondisinya gelap gulita. “Namun titiknya itu ada di ruas jalan kabupaten yang gelap. Ada 19 kecamatan dialokasikan semua,” ujarnya.

Kabid Binamarga DPU Kabupaten Semarang, Supadi menambahkan dalam menentukan titik pendirian tiang PJU tersebut melalui survei yang dilakukan pada malam hari. “Selain memanfaatkan informasi dari aduan masyarakat kita juga turun untuk survei sendiri,” katanya.

Dikatakannya, di 19 titik tersebut nantinya akan menggunakan PJU konvensional. Bukan menggunakan solar panel yang memanfaatkan tenaga surya. Alasannya yaitu penggunakan solar panel akan lebih banyak memakan biaya dan daya keawetan tidak bisa bertahan lama.

“Nanti satu kecamatan satu titik. Untuk daerah perbatasan kita prioritaskan pendiriannya. Yang penting ada tegangan rendahnya, akan kita dirikan. PJU kita tidak menggunakan solar panel,” ujarnya. Selain masalah keawetan, perawatan solar panel juga lebih rumit.

“Karena yang sudah dipasang menggunakan solar panel tidak awet. Kita yang konvensional. Sehingga kalau rusak bisa ganti lampunya saja. Kalau solar panel kalau mengganti kan semuanya satu komponen,” katanya.

Selain rumit, harga satu unit solar panel juga dinilai mahal. Dikatakan Supadi, harga satu unit solar panel mencapai Rp 30 juta. “Selisihnya Rp 20 juta untuk satu tiang PJU,” ujarnya. Ia mencontohkan penggunaan solar panel yang dibangun menggunakan anggaran bantuan pemprov Jateng di wilayah Kecamatan Getasan.

Belum ada 2 tahun pembangunan, banyak lampu PJU tersebut yang rusak. “Bantuan provinsi yang ada di Kecamatan Getasan solar panel itu mati semua. Keawetan menggunakan solar panel memang kurang,” ujarnya. (ewb/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -